Ikut pameran sudah keluar biaya besar, desain booth kelihatan “oke”, tapi kenyataannya… booth sepi. Pengunjung cuma lewat, lirak-lirik sebentar, habis itu pindah ke booth sebelah yang rame banget. Kalau kamu pernah ngalamin ini, tenang—kamu nggak sendirian.
Banyak brand merasa masalahnya ada di produk, promo, atau tim sales. Padahal, sering kali akar masalahnya justru ada di kontraktor pameran yang kamu pilih.

Booth Pameran Itu Bukan Sekadar “Bangunan”
Booth pameran bukan cuma soal berdiri tegak dan kelihatan rapi. Booth adalah alat marketing visual. Dalam hitungan 3–5 detik, booth harus bisa:
- Menarik perhatian
- Menjelaskan brand secara visual
- Mengundang orang buat berhenti dan masuk
Kalau kontraktor pameran hanya fokus “yang penting jadi”, tanpa mikirin strategi pengunjung, hasilnya ya… booth ada, tapi nggak hidup.
Ciri Booth Sepi yang Sering Terjadi
Coba cek, booth kamu kemarin masuk kategori ini nggak?
- Desain Terlalu Umum
Mirip booth-booth lain. Warna aman, layout standar, nggak ada elemen yang bikin orang refleks berhenti. - Tertutup dan Nggak Ramah Pengunjung
Banyak sekat, meja terlalu depan, atau layout yang bikin pengunjung ragu buat masuk. - Brand Message Nggak Kebaca
Logo kecil, headline nggak jelas, orang lewat nggak langsung paham ini booth apa dan nawarin apa. - Lighting Biasa Aja
Booth tetangga terang, booth kamu kelihatan redup. Secara visual, ini ngaruh besar banget.
Semua ini biasanya bukan salah brand-nya, tapi karena konsep booth tidak dipikirkan dari sisi pengunjung—dan itu tugas besar kontraktor pameran.
Masalah Utama: Kontraktor Fokus Produksi, Bukan Strategi
Banyak kontraktor pameran jago bikin booth secara teknis:
- Kayu rapi
- Finishing halus
- Deadline aman
Tapi sayangnya, berhenti di situ.
Yang sering terlewat:
- Siapa target pengunjungnya?
- Dari arah mana pengunjung datang?
- Apa yang harus dilihat pertama kali?
- Gimana caranya bikin orang berhenti minimal 10 detik?
Kalau kontraktor nggak nanya hal-hal ini dari awal, besar kemungkinan booth kamu hanya jadi pajangan, bukan alat jualan.
Booth Ramai Itu Hasil Kolaborasi, Bukan Kebetulan
Booth yang rame biasanya punya ciri:
- Desain visual kuat dan relevan dengan brand
- Layout terbuka dan mengundang
- Elemen fokus (headline, display, atau experience)
- Alur pengunjung yang jelas
Ini semua butuh kontraktor pameran yang:
- Mau diskusi, bukan cuma terima gambar
- Paham tujuan brand ikut pameran
- Berani kasih insight, bukan cuma nurutin
Kontraktor yang baik bukan nanya, “Mau pakai bahan apa?”
Tapi nanya, “Target kamu apa di pameran ini?”
Jangan Sampai Salah Pilih Lagi
Pameran itu mahal. Booth sepi bukan cuma buang uang, tapi juga buang peluang:
- Leads hilang
- Brand kurang diingat
- Tim sales jadi nggak maksimal
Sebelum ikut pameran berikutnya, coba evaluasi:
- Apakah kontraktor kamu benar-benar paham branding?
- Apakah booth dirancang untuk menarik orang, bukan cuma berdiri?
- Apakah ada strategi di balik desain?
Kalau jawabannya masih ragu, mungkin memang saatnya ganti pendekatan.
Kesimpulan
Booth sepi pengunjung jarang terjadi karena faktor tunggal. Tapi dalam banyak kasus, kontraktor pameran memegang peran besar—bukan cuma sebagai pembangun booth, tapi sebagai partner strategi visual brand kamu di pameran.
Kalau kamu ingin booth yang bukan cuma jadi, tapi juga ramai, hidup, dan kerja buat brand, pastikan kamu kerja sama dengan kontraktor yang paham tujuan bisnis, bukan sekadar teknis produksi.
SRC Kreasi siap jadi kontraktor pameran yang mikirin desain, strategi, dan pengalaman pengunjung sekaligus. Mulai dari konsep, visual, sampai eksekusi di lapangan—kami bantu booth kamu tampil beda dan lebih menarik perhatian.














