Tiga fraksi mengancam boikot
BUNTUT PENGESAHAN RAPBD TUBAN
Baca Juga
Menag perkirakan Idul Fitri JumatMenag perkirakan Idul Fitri Jumat
SIDANG itsbat untuk menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah atau Idul Fitri akan dilaksanakan Rabu (8/9) hari ini. Sidang digelar di Operation Room Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, ...
SIDANG itsbat untuk menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah atau Idul Fitri akan dilaksanakan Rabu (8/9) hari ini. Sidang digelar di Operation Room Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, ...
Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara bagi Yosep Revo, terdakwa pembunuh istri sendiri, Maria Reni Widowati. Hakim menilai Ketua Komisi Keuangan PSSI ini secara sah dan meyakinkan ...
Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara bagi Yosep Revo, terdakwa pembunuh istri sendiri, Maria Reni Widowati. Hakim menilai Ketua Komisi Keuangan PSSI ini secara sah dan meyakinkan ...
Puncak mudik diwarnai hujan
Puncak mudik diwarnai hujan
GELOMBANG arus mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara, semakin memuncak, Selasa (7/9) kemarin. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, misalnya, kebanjiran ribuan pemudik asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. ...
GELOMBANG arus mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara, semakin memuncak, Selasa (7/9) kemarin. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, misalnya, kebanjiran ribuan pemudik asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. ...
Tim Teknis tolak ubah anggaran
Tim Teknis tolak ubah anggaran
TIM Teknis Pembangunan Gedung Baru DPR RI menolak mengubah desain dan rencana anggaran pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun. Tim teknis menganggap desain itu sudah representatif dan ...
TIM Teknis Pembangunan Gedung Baru DPR RI menolak mengubah desain dan rencana anggaran pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun. Tim teknis menganggap desain itu sudah representatif dan ...
Pasukan AS-umat Kristen terancam
Pasukan AS-umat Kristen terancam
SEBUAH sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), merencanakan aksi ngawur membakar Al Quran, dalam peringatan Tragedi WTC 11 September 2010. Aksi itu mereka beri nama “international burn the ...
SEBUAH sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), merencanakan aksi ngawur membakar Al Quran, dalam peringatan Tragedi WTC 11 September 2010. Aksi itu mereka beri nama “international burn the ...
Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
Sejumlah kelompok anti-Islam di Amerika Serikat berencana membakar Al-Quran bertepatan dengan peringatan tragedi WTC Sabtu 11 September 2010 lusa. Acara semacam itu bukan yang pertama. Bahkan ...
Sejumlah kelompok anti-Islam di Amerika Serikat berencana membakar Al-Quran bertepatan dengan peringatan tragedi WTC Sabtu 11 September 2010 lusa. Acara semacam itu bukan yang pertama. Bahkan ...
DUTA MASYARAKAT, 14 Maret 2010
CIPNAL MUCHLI TUBAN
PENGESAHAN RAPBD 2010 Tuban yang dilakukan dua pimpinan dewan, yakni Kristiawan, Ketua DPRD Tuban dan Aris Dwi S Setiawan, Wakil Ketua yang memimpin rapat paripurna bersama dengan 27 anggota lainya pada Jumat (12/3) lalu, masih terus mendapat kecaman dari internal DPRD Tuban sendiri. Sebanyak tiga fraksi yang terdiri dari 23 anggota dewan melakukan boikot dan jika dinilai tidak menghormati hak-hak konstitusi anggota DPRD lainya, maka akan diajukan ke ranah hukum.
Dalam konfrensi pers lanjutan Sabtu (13/3) kemarin, Imron Khudori, ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menjelaskan penolakan maupun kecaman tersebut karena dinilai RAPBD sarat dengan KKN. “Kami tidak mau ngasih cek kosong, di antaranya dana bantuan sosial senilai Rp 44 miliar tanpa disertai rincian calon penerimanya,” jelasnya.
Lebih lanjut politisi kawakan ini menambahkan, dalam penganggaran tidak mempertimbangkan unsur-unsur kepatutan yakni adanya mekanisme seakan adanya Sisa Penggunaan Anggaran (Silpa) untuk menutupi defisit anggaran. “Defisit Rp 160 miliar ditutup dari Silpa kan sama saja, selain itu DAU habis untuk belanja pegawai saja,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Karjo, yang juga Ketua DPC PDIP Tuban mengungkapkan hal senada, dalam penganggaran penggantian Kios Terminal Wisata Tuban (TWT) senilai Rp 57 miliar dinilai tidak masuk akal. Pasalnya, penjualan kios tersebut sudah menjadi tanggung jawab investor. “Pemkab kok terlalu baik, ada apa ini,” ungkapnya.
Penyerahan nota keuangan bupati serta jadwal yang diberikan pada Badan Anggaran (Banggar) terkesan dipersempit waktunya. “Nota sudah mundur, Banggar juga dibatasi waktunya padahal ini membahas nasib rakyat kok dibuat seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, Fraksi Gerindra melalui Saiful Huda, menegaskan, soal target pendapatan daerah yang diturunkan dari target tahun sebelumnya tidak disertai asumsi pendapatan, membuat pihaknya tidak dapat menerima. “Kenapa kalau alasan Rp 6 miliar dari KTP massal turun kok banyak, tahun 2009 Rp 102 miliar sedangkan 2010 hanya Rp 84 miliar,” paparnya.
Politisi asal Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) ini bersama pihak-pihak yang melakukan boikot akan melakukan sejumlah langkah evaluasi lapangan maupun konsolidasi untuk menyikapi RAPBD yang dinilai tidak pro rakyat.
Secara terpisah, Kristiawan, Ketua DPRD saat dikonfirmasi terkait hal ini dirinya tidak mau berkomentar banyak. “Ya Alhamdulillah RAPBD sudah disahkan dan semoga dapat dijadikan APBD,” kilahnya. Disoal boikot yang dilakukan anggota dewan, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dinilai merupakan hak masing-masing partai atau anggota dalam bersikap. “Itu urusanya teman-teman sendiri,” pungkasnya.
Dalam konfrensi pers lanjutan Sabtu (13/3) kemarin, Imron Khudori, ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menjelaskan penolakan maupun kecaman tersebut karena dinilai RAPBD sarat dengan KKN. “Kami tidak mau ngasih cek kosong, di antaranya dana bantuan sosial senilai Rp 44 miliar tanpa disertai rincian calon penerimanya,” jelasnya.
Lebih lanjut politisi kawakan ini menambahkan, dalam penganggaran tidak mempertimbangkan unsur-unsur kepatutan yakni adanya mekanisme seakan adanya Sisa Penggunaan Anggaran (Silpa) untuk menutupi defisit anggaran. “Defisit Rp 160 miliar ditutup dari Silpa kan sama saja, selain itu DAU habis untuk belanja pegawai saja,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Karjo, yang juga Ketua DPC PDIP Tuban mengungkapkan hal senada, dalam penganggaran penggantian Kios Terminal Wisata Tuban (TWT) senilai Rp 57 miliar dinilai tidak masuk akal. Pasalnya, penjualan kios tersebut sudah menjadi tanggung jawab investor. “Pemkab kok terlalu baik, ada apa ini,” ungkapnya.
Penyerahan nota keuangan bupati serta jadwal yang diberikan pada Badan Anggaran (Banggar) terkesan dipersempit waktunya. “Nota sudah mundur, Banggar juga dibatasi waktunya padahal ini membahas nasib rakyat kok dibuat seperti ini,” tambahnya.
Sementara itu, Fraksi Gerindra melalui Saiful Huda, menegaskan, soal target pendapatan daerah yang diturunkan dari target tahun sebelumnya tidak disertai asumsi pendapatan, membuat pihaknya tidak dapat menerima. “Kenapa kalau alasan Rp 6 miliar dari KTP massal turun kok banyak, tahun 2009 Rp 102 miliar sedangkan 2010 hanya Rp 84 miliar,” paparnya.
Politisi asal Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) ini bersama pihak-pihak yang melakukan boikot akan melakukan sejumlah langkah evaluasi lapangan maupun konsolidasi untuk menyikapi RAPBD yang dinilai tidak pro rakyat.
Secara terpisah, Kristiawan, Ketua DPRD saat dikonfirmasi terkait hal ini dirinya tidak mau berkomentar banyak. “Ya Alhamdulillah RAPBD sudah disahkan dan semoga dapat dijadikan APBD,” kilahnya. Disoal boikot yang dilakukan anggota dewan, dirinya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dinilai merupakan hak masing-masing partai atau anggota dalam bersikap. “Itu urusanya teman-teman sendiri,” pungkasnya.


