Duta Masyarakat
Sabtu, 11 September 2010 | 06:54:22 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (299)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (295)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Haji dalam keadaan iddah   (294)
    Haji dalam keadaan iddah
    Pertanyaan:

    Ustadz, pada tahun ini insya Allah saya mau berangkat haji yang pertama (haji wajib) karena sudah membayar lunas dan sudah dapat ketentuan berangkat kloter 10 Surabaya. ...

  • Selalu perbaharui STOK FILM   (292)
    Selalu perbaharui STOK FILM
    MEMANG tidak mudah menyajikan proses pembelajaran tetap menarik. Apalagi yang menjadi yang menjadi peserta didiknya adalah anak-anak yang masih berusia dini. Meskipun sudah menggunakan media film ...

  • Pengawas UN tegang   (292)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Cucu bos Astra tak ditahan   (290)
    Cucu bos Astra tak ditahan
    Terdakwa kasus korupsi pengelolaan ladang minyak Blok Ramba, Sumsel, Aditya Wisnuwardhana, dituntut dengan hukuman 11 tahun penjara. Tapi uniknya dia tidak ditahan. Salah satu cucu pendiri PT Astra ...

  •   (286)

    NU tak maksimal cegah terorisme

    Perlu bentuk ‘Densus-99’?!

    Napi teroris dapat potongan hukuman

    Jelang Lebaran….. musim diskon.

    Soetrisno ...

  • Sulitya Bersikap Adil   (284)
    Sulitya Bersikap Adil
    Pemerintah berseteru dengan rakyat merupakan sesuatu yang luar biasa. Karena sudah sepatutnya pemerintah harus memiliki sifat damai dengan rakyat. Namun jikalau di dalam kalangan elit pemerintahan ...

  • Dua masjid diserbu, KA dibom   (275)
    Dua masjid diserbu, KA dibom
    DUA peristiwa teror melanda dua negara bertetangga, India dan Pakistan, Jumat (28/5) kemarin. Di Pakistan, dua masjid di dua kota dekat Lahore yang penuh dengan umat Islam yang sedang menunaikan ...

  • IPNU DKI bidik sekolah umum   (271)
    IPNU DKI bidik sekolah umum
    Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) DKI Jakarta, Heri Susanto, mengatakan, sekolah umum di Jakarta menjadi bidikan utama program pengkaderan IPNU pada masa ...

  • Bagikan di Facebook
    Religi
    WORKSHOP CIVIC EDUCATION PIMPINAN PONPES
    Bule Jerman pun pintar berbahasa Arab
     Baca Juga 
    Besok UN ulangan SMA diumumkan
    Besok UN ulangan SMA diumumkan
    Daftar kolektif hasil ujian nasional ulangan (DKHUN-U) telah diterima oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Dijadualkan, DKHUN-U itu bakal diberikan ke masing-masing kabupaten dan kota di Jatim pada ...

    Raih ‘Keluarga Sakinah Teladan Jatim’
    Raih ‘Keluarga Sakinah Teladan Jatim’
    PENSIUNAN guru agama di lingkungan Kandepag Pamekasan itu akhirnya terpilih sebagai Keluarga Sakinah Teladan Jatim 2010. Pasangan KH Jalaluddin dan Hj Halimah Karim berhasil mengalahkan pasangan ...

    Mengatasi problem perkotaan
    Mengatasi problem perkotaan
    IAIN Sunan Ampel bersama dengan Pemkot Surabaya melakukan kerjasama dalam segala bidang, terutama untuk mengatasi masalah perkotaan, kemarin. Acara tersebut dikemas melalui penandatanganan memorandum ...

    Bule Jerman pun pintar berbahasa Arab
    Bule Jerman pun pintar berbahasa Arab
    Seorang bule dari Jerman tampil istimewa dan mengesankan di hadapan para kiai peserta workshop. Ia fasih bicara soal demokrasi, fasih juga menggunakan bahasa Arab untuk berkomunikasi dengan ...

    Tetap saja jeblok
    Tetap saja jeblok



    Hasil try out ujian nasional (UN) tingkat SMP di Surabaya masih tidak memuaskan. Terbukti dalam uji coba songsong UN yang digelar kali kedua, jumlah siswa yang tidak lulus ...

    Wilayah kepulauan jadi prioritas
    Wilayah kepulauan jadi prioritas
    Pendistribusian naskah soal ujian nasional (UN) sudah mulai dilakukan hari ini. Pendistribusian naskah soal itu lebih dulu diprioritaskan bagi wilayah-wilayah kepulauan yang sulit dijangkau ...



    DUTA MASYARAKAT, 11 Maret 2010

    fathis suud surabaya
    Seorang bule dari Jerman tampil istimewa dan mengesankan di hadapan para kiai peserta workshop. Ia fasih bicara soal demokrasi, fasih juga menggunakan bahasa Arab untuk berkomunikasi dengan peserta.

    Ada yang tak biasa di ruang pertemuan Hotel Sahid Surabaya, Rabu (10/3). Dua bule terlihat serius menyajikan materi, sementara para pimpinan pondok pesantren (ponpes) serius menyimak uraian mereka. Tak salah lagi, itulah Workshop Civic Education bagi Pimpinan Pondok Pesantren se-Jawa Timur.

    Bule-bule itu adalah Richard Asbeck dan Urlich Klingshrn, keduanya dari Hanns Seidel Foundation (HSF) Jerman. Keduanya juga aktivis partai berbasis agama dari Jerman. Urlich dari Christian Democratic Union (CDU), sedangkan Richard dari Christlich-Soziale Union (CSU).

    Richard tampil memukau di hadapan peserta workshop. Sebelum tampil, Ketua PBNU Prof Dr KH Masykuri Abdillah yang memandu acara sempat menawarkan kepada peserta. “Bil lughatil Inglisiah au lughatil Arabiyah?” katanya.

    Peserta yang merupakan pimpinan pesantren tentu saja memilih Bahasa Arab. “Naam, bil lughotil Arabiyah,” jawab mereka.

    Sejurus kemudian, Richard menjelaskan soal demokrasi dan kehidupan keberagamaan di beberapa negara Islam dengan bahasa Arab yang fasih. Bukan cuma saat menyajikan materi ia menggunakan bahasa dari padang pasir itu. Dalam sesi tanya jawab pun ia menggunakan bahasa Arab.

    Kehadiran Richard dan Urlich dalam seminar itu tak lepas dari hubungan baik mereka dengan PBNU. Urlich yang juga Direktur HSF menjelaskan, lembaga yang dipimpinnya sudah lama menjalin hubungan itu. HSF, kata dia, memilih NU karena dikenal sebagai ormas Islam moderat.

    “NU itu ormas Islam yang beraliran moderat, kami sama-sama punya semangat agar nilai agama itu memberi ruh dalam kehidupan,” ujarnya saat memberikan materi kepada peserta workshop.

    “NU dan pesantren memang dipilih untuk acara ini, karena sudah dikenal sebagai pemeluk Islam moderat,” imbuh Masykuri yang juga ketua PBNU bidang hubungan luar negeri ini.

    Ia menambahkan, topik demokrasi dan hubungan dengan masalah Islam sengaja dipilih karena Islam d Indonesia, khususnya yang dianut NU, adalah moderat. Sementara di negara Islam lainnya cenderung radikal.

    “Islam di Indonesia itu moderat, kalau ada teroris seperti yang kemarin ditangkap itu karena pengaruh dari Islam luar Indonesia, penggerak teroris itu adalah alumni Afghanistan,” tambahnya.

    Ia juga membandingkan madrasah di Pakistan adalah tempat basis pendidikan kaum fundamentalis. “Sementara di Indonesia khususunya NU sebagai tempat penembangan Islam moderat,” imbuhnya. Menurut Richard worshop bagi pimpinan pesantren sangat ini penting. Tujuannya adalah untuk membuka dialog antar Islam dan agama lain, khususnya Kristen yang banyak dianut di Barat.

    Ia membandingkan dengan Arab Suadi yang dalam dua tahun terakhir sudah berani memprakarsai kajian dan dialog antar pemimpin umat agama. “Walaupun terlambat dengan yang digagas NU, tapi apa yang dilakukan Arab Saudi adalah positif,” tegasnya. n
    •