Duta Masyarakat
Sabtu, 13 Maret 2010 | 01:25:18 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (296)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (286)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (281)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (280)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (275)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Tolak teori hujan hingga teori Darwin   (272)
    Tolak teori hujan hingga teori Darwin
    Serangan-serangan terkoordinasi telah mereka lancarkan di belahan utara Nigeria. Ancaman menggulingkan pemerintah dan menerapkan hukum Islam mereka tebarkan. Itulah Taliban Nigeria. Tapi siapa ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (270)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (269)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (269)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • e-Touch luncurkan tri bundling   (267)
    e-Touch luncurkan tri bundling
    Hutchison CP Telecommunications, operator telekomunikasi merek 3 (tri), menggandeng e-Touch, merek ponsel milik First Mobile Group (FMG) Hongkong, mengeluarkan paket bundling ponsel e-Touch D8 dengan ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Jatim
    IRONI PENANGANAN ANAK JALANAN (2-Habis)
    Rentan kekerasan dan kriminalitas

    Duta Masyarakat | 09 Februari 2010
    hanan jalil malang
     Baca Juga 
    Rentan kekerasan dan kriminalitas
    Rentan kekerasan dan kriminalitas
    Pilihan untuk mencegah anak-anak turun ke jalan, di antaranya, tinggalkan pendekatan proyek. Sebagai gantinya, negara harus memberi jaminan sosial bagi warga miskin tanpa perkecualian.


    ‘Beri aku jalan agar bisa pulang’
    ‘Beri aku jalan agar bisa pulang’
    Contoh penanganan yang berorientasi pada proyek, anak-anak jalanan digusur dan ditangkap, lalu dikirim ke panti sosial atau rumah singgah. Tetapi ironisnya, di sana, mereka hanya dibiarkan.


    Pilihan untuk mencegah anak-anak turun ke jalan, di antaranya, tinggalkan pendekatan proyek. Sebagai gantinya, negara harus memberi jaminan sosial bagi warga miskin tanpa perkecualian.

    Ditemui terpisah, Ny Heri Pudji Utami, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang mengingatkan anak-anak jalanan sangat rentan menjadi korban kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. Kondisi lingkungan yang buruk akan diserapnya sehingga berdampak buruk bagi kelanjutan kehidupannya kelak. Anak-anak yang berada di jalan selama lebih 24 jam amat rentan terhadap tindak kekerasan dan kriminalitas.

    Istri Walikota Malang Peni Suparto ini mencontohkan, kasus Babeh di Jakarta sana, menjadi salah satu bukti betapa rentannya anak-anak yang berada di jalan. Babeh mengaku sudah membunuh 14 anak lelaki yang seluruhnya ia kenal di jalanan mulai tahun 1993.

    Lebih lanjut Ny Heri menyatakan, anak yang hidup di jalan selama lebih dari setahun akan mengalami perubahan perilaku. Hal itu terjadi karena anak-anak di jalanan secara mudah menyerap nilai-nilai campuran yang intinya mengajarkan hukum rimba.

    ”Di usia mereka, anak amat mudah meniru apa yang ia lihat dan dengar secara tepat,” tuturnya seraya menambahkan bahwa latar belakang anak jalanan biasanya sudah kompleks karena miskin, pendidikan rendah dan keluarganya bermasalah.

    Disamping semua itu, imbuh wanita yang didaulat sebagai ibunya Aremania ini, bila ditambah yang bersangkutan menjadi korban kekerasan fisik atau seksual, seperti sodomi, maka hal itu akan membekas sepanjang hidupnya bila tak mendapat terapi penyembuhan secara tuntas. Pada akhirnya, saat ia tumbuh dewasa, anak seperti itu akan memunculkan pribadi bermasalah di lingkungannya dan penyakit sosial bagi keluarganya.

    Baik Pantja maupun Ny Heri berpendapat, penanganan anak-anak di jalan harus dilakukan bersama-sama dan secara sinergi oleh segenap pemangku kepentingan terkait anak. Mereka berdua sepakat menyebut pemerintah, di antaranya Kementerian Sosial, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Kesehatan. Institusi itu harus duduk bersama-sama dengan lembaga swadaya masyarakat di bidang perlindungan anak dan masyarakat yang peduli terhadap anak-anak untuk membahas konsep penanganan anak-anak jalanan.

    Mereka juga menegaskan, pemerintah punya pekerjaan rumah, yakni pekerjaan besar untuk melindungi rakyatnya dalam hal ini anak jalanan. ”Itu harus menjadi pekerjaan utama yang harus dikerjakan secara interdepartemen, ya bidang sosial, ekonomi, pendidikan, psikolog, ilmu jiwa, dan lainnya,” tukasnya.
    •