Duta Masyarakat
Jumat, 03 September 2010 | 18:55:17 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet   (300)
    Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet
    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung anggotanya yang diminta membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader Hipmi yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum Hipmi ...

  • Galakkan pemeriksaan lewat papsmear   (299)
    Galakkan pemeriksaan lewat papsmear
    UNTUK menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebanyak 100 anggota PC Fatayat Sidoarjo melakukan papsmear di RSI Siti Hajar, Sabtu (13/3). Selain itu, mereka diberi penerangan terkait bahaya penyakit ...

  • Saat mengoreksi diri   (298)
    Saat mengoreksi diri
    Setiap kita tentu pernah berbuat salah, melakukan dosa. Tapi, tak banyak di antara kita yang mau sibuk mengkalkulasi kesalahan-kesalahannya itu. Padahal, introspeksi diri, yakni mencoba menghitung ...

  • Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu   (292)
    Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu
    UNDANG-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menjadi polemik di masyarakat. Kabarnya pengendara mobil yang menggunakan telepon sambil menyetir akan ditilang dan terancam ...

  • Usia internet sudah 40 tahun   (282)
    Usia internet sudah 40 tahun
    Kemarin 40 tahun lalu, dunia virtual menemukan arti baru, karena saat itulah internet hadir. Memang, tanggal pasti kelahiran internet tidak diketahui. Namun, pesan pertama yang dikirim dan diterima ...

  • Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?   (278)
    Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?
    Kasus BLBI Jilid I bertahun-tahun tidak jelas penyelesaiannya, bahkan terkesan dilupakan begitu saja. Begitu mudah pemerintah dikadalin bankir-bankir bermasalah. Begitu mudah mereka kabur ke luar ...

  • Dua santri juara II KEM tingkat nasional   (276)
    Dua santri juara II KEM tingkat nasional
    DUA siswa MTs Pamekasan berhasil menjadi juara II dalam Kompetisi dan Expo Madrasah (KEM) tingkat nasional 2009 di kota Malang baru-baru ini. Mereka adalah Rahmat Miskaya, siswa MTs Mambaul Ulum ...

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (275)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (269)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Pengawas UN tegang   (269)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Bagikan di Facebook
    Jatim
    IRONI PENANGANAN ANAK JALANAN (2-Habis)
    Rentan kekerasan dan kriminalitas
     Baca Juga 
    Rentan kekerasan dan kriminalitas
    Rentan kekerasan dan kriminalitas
    Pilihan untuk mencegah anak-anak turun ke jalan, di antaranya, tinggalkan pendekatan proyek. Sebagai gantinya, negara harus memberi jaminan sosial bagi warga miskin tanpa perkecualian.


    ‘Beri aku jalan agar bisa pulang’
    ‘Beri aku jalan agar bisa pulang’
    Contoh penanganan yang berorientasi pada proyek, anak-anak jalanan digusur dan ditangkap, lalu dikirim ke panti sosial atau rumah singgah. Tetapi ironisnya, di sana, mereka hanya dibiarkan.



    DUTA MASYARAKAT, 09 Februari 2010

    hanan jalil malang
    Pilihan untuk mencegah anak-anak turun ke jalan, di antaranya, tinggalkan pendekatan proyek. Sebagai gantinya, negara harus memberi jaminan sosial bagi warga miskin tanpa perkecualian.

    Ditemui terpisah, Ny Heri Pudji Utami, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang mengingatkan anak-anak jalanan sangat rentan menjadi korban kekerasan fisik, psikis, maupun seksual. Kondisi lingkungan yang buruk akan diserapnya sehingga berdampak buruk bagi kelanjutan kehidupannya kelak. Anak-anak yang berada di jalan selama lebih 24 jam amat rentan terhadap tindak kekerasan dan kriminalitas.

    Istri Walikota Malang Peni Suparto ini mencontohkan, kasus Babeh di Jakarta sana, menjadi salah satu bukti betapa rentannya anak-anak yang berada di jalan. Babeh mengaku sudah membunuh 14 anak lelaki yang seluruhnya ia kenal di jalanan mulai tahun 1993.

    Lebih lanjut Ny Heri menyatakan, anak yang hidup di jalan selama lebih dari setahun akan mengalami perubahan perilaku. Hal itu terjadi karena anak-anak di jalanan secara mudah menyerap nilai-nilai campuran yang intinya mengajarkan hukum rimba.

    ”Di usia mereka, anak amat mudah meniru apa yang ia lihat dan dengar secara tepat,” tuturnya seraya menambahkan bahwa latar belakang anak jalanan biasanya sudah kompleks karena miskin, pendidikan rendah dan keluarganya bermasalah.

    Disamping semua itu, imbuh wanita yang didaulat sebagai ibunya Aremania ini, bila ditambah yang bersangkutan menjadi korban kekerasan fisik atau seksual, seperti sodomi, maka hal itu akan membekas sepanjang hidupnya bila tak mendapat terapi penyembuhan secara tuntas. Pada akhirnya, saat ia tumbuh dewasa, anak seperti itu akan memunculkan pribadi bermasalah di lingkungannya dan penyakit sosial bagi keluarganya.

    Baik Pantja maupun Ny Heri berpendapat, penanganan anak-anak di jalan harus dilakukan bersama-sama dan secara sinergi oleh segenap pemangku kepentingan terkait anak. Mereka berdua sepakat menyebut pemerintah, di antaranya Kementerian Sosial, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Kesehatan. Institusi itu harus duduk bersama-sama dengan lembaga swadaya masyarakat di bidang perlindungan anak dan masyarakat yang peduli terhadap anak-anak untuk membahas konsep penanganan anak-anak jalanan.

    Mereka juga menegaskan, pemerintah punya pekerjaan rumah, yakni pekerjaan besar untuk melindungi rakyatnya dalam hal ini anak jalanan. ”Itu harus menjadi pekerjaan utama yang harus dikerjakan secara interdepartemen, ya bidang sosial, ekonomi, pendidikan, psikolog, ilmu jiwa, dan lainnya,” tukasnya.
    •