Duta Masyarakat
Jumat, 12 Maret 2010 | 19:56:24 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (296)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (286)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (280)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (279)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (274)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Tolak teori hujan hingga teori Darwin   (271)
    Tolak teori hujan hingga teori Darwin
    Serangan-serangan terkoordinasi telah mereka lancarkan di belahan utara Nigeria. Ancaman menggulingkan pemerintah dan menerapkan hukum Islam mereka tebarkan. Itulah Taliban Nigeria. Tapi siapa ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (270)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (269)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (268)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • e-Touch luncurkan tri bundling   (267)
    e-Touch luncurkan tri bundling
    Hutchison CP Telecommunications, operator telekomunikasi merek 3 (tri), menggandeng e-Touch, merek ponsel milik First Mobile Group (FMG) Hongkong, mengeluarkan paket bundling ponsel e-Touch D8 dengan ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Opini
    Setelah Gus Dur tertidur

    Duta Masyarakat | 09 Februari 2010
     
     Baca Juga 
    Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
    Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
    MABES Polri membenarkan telah menangkap lagi kawanan teroris di Solo Jawa Tengah. Namun Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri belum bersedia menjelaskan soal penangkapan tersebut. Setelah ...

    Sidang Udju ungkap tiga nama baru
    Sidang Udju ungkap tiga nama baru
    TERDAKWA kasus dugaan suap kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004, Udju Djuhaeri, menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/3) kemarin. Dalam persidangan ...

    Fraksi PPP minta maaf ke SDA
    Fraksi PPP minta maaf ke SDA
    SETELAH mengambil pilihan sikap berbeda dengan kebijakan partainya, F-PPP DPR akhirnya meminta maaf kepada DPP PPP yang dipimpin Suryadharma Ali (SDA). Surat tersebut dilayangkan hanya sehari setelah ...

    DPR minta siswa puasa facebook
    DPR minta siswa puasa facebook
    Ujian Nasional (unas) untuk siswa SMA akan digelar pada 22 Maret mendatang. Untuk itu, agar sukses menempuh ujian, para pelajar diimbau puasa facebook.

    “Para pelajar agar puasa nonton ...

    Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
    Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
    TERTUDUH kasus pelecehan seksual, dr Rasyidin, angkat bicara. Sang dokter membantah tuduhan telah melakukan pelecehan seksual terhadap Rieke Diah Pitaloka. Menurut dr Rasyidin, dirinya tidak pernah ...

    Teroris ‘incar’ Obama
    Teroris ‘incar’ Obama
    TNI mengendus indikasi bahaya saat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia 23 Maret mendatang. Namun potensi kerawanan tersebut terus diantisipasi aparat keamanan ...


    oleh: NAWAWI A. MANAN
    Penasihat PC GP Ansor Sidoarjo; penulis buku Membangun Demokrasi melalui Kontroversi.


    Salah satu sisi kehidupan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang  kembali dibicarakan orang ialah sikap kontroversialnya. Dulu, banyak orang menganggap Gus Dur berkomentar atau melakukan tindakan kontroversial karena plin-plan, inkonsisten, atau mencari popularitas. Setelah Gus Dur wafat, semua orang baru menyadari bahwa kontroversi Gus Dur bukan  sikap waton suloyo (asal beda), melainkan pendidikan yang amat mencerdaskan.

    Melalui salah satu tulisannya, KH Mustofa Bisri (Gus Mus) pernah mengatakan bahwa Allah “mengirimkan” Gus Dur karena— akibat praktik monoloyalitas penguasa Orde Baru— bangsa Indonesia tidak bisa berbeda pendapat, gagu, dan harus hidup dalam keseragaman. Melalui sikapnya yang selalu membuat orang terkejut, Gus Dur melakukan counter culture untuk mencairkan kebekuan suasana. Gus Dur juga melakukan diagnosis untuk menunjukkan banyak organ tubuh pemerintah Indonesia yang sudah membusuk.

    Dekrit pembubaran parlemen dan Partai Golkar adalah diagnosis terbesar karena membuka tabir kebobrokan moral elite politik kita. Dalam wawancara dengan salah satu stasiun televisi swasta, beberapa hari setelah Gus Dur wafat, mantan petinggi Orde Baru, Fuad Bawazir, mengatakan bahwa Gus Dur dijatuhkan bukan karena  Bulog-Bruneigate, melainkan karena mengeluarkan dekrit. Padahal, Sidang Istimewa (SI) pencopotan Gus Dur merupakan kelanjutan dari Memorandum I dan II yang digelar atas dasar  hasil penyelidikan Pansus  Bulog-Bruneigate. 

    Gus Dur mengeluarkan dekrit karena langkah MPR meminta pertanggungjawaban presiden merupakan pelanggaran terhadap UUD 1945.  Gus Dur juga melakukan perlawanan terhadap tokoh Islam garis keras yang ingin memaksakan kehendak untuk mendirikan negara Islam, suatu tindakan melawan Pancasila yang bisa merontokkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   Jika dicermati, kehebatan Gus Dur bukan kontroversinya, melainkan “tertidur”-nya. Gus Dur sering tertidur ketika berada dalam forum-forum penting, tetapi dapat menyimak seluruh pembicaraan. Menurut budayawan Mohammad Sobary (Kang Sobary), orang lain “hadir” ketika terjaga, sedangkan Gus Dur “hadir” ketika tertidur.  

    Kang  Sobary pernah menulis di harian ibukota, Gus Dur tertidur lelap ketika mengikuti seminar untuk mengkaji sepak terjangnya dalam bidang sosial, politik, dan kebudayaan yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M). Ketika diskusi dimulai dan peserta seminar berdebat, Gus Dur terjaga. Dalam keadaan setengah sadar, Gus Dur berkata, “Semua salah... Saya tidak seperti itu.” Peserta seminar pun bersorak.

    Ketika  menginap di rumah cendekiawan muslim Fachry Aly di Melbourne, Australia, Gus Dur dan tuan rumah menyetel video sambil mengobrol. Karena mengantuk, Fachry Aly minta diri untuk tidur, sedangkan Gus Dur terus menonton video. Pada larut malam, istri Fachry Aly bangun. Saat itu Gus Dur tertidur pulas. Ketika istri Fachry Ali hendak mematikan video, tiba-tiba terdengar suara Gus Dur, “Jangan dimatikan, ini lagi seru-serunya.” Keesokan harinya, sambil makan pagi, Gus Dur bercerita tentang video dengan baik dan tuntas.

    Yang luar biasa terjadi di Brussels, ketika Gus Dur mengikuti seminar tentang pembangunan sosial. Para ahli yang datang dari berbagai penjuru dunia menyimpulkan bahwa manusia sekarang hidup pada abad buntu karena banyak persoalan pembangunan tanpa jalan keluar.

    Ketika para pembicara menyampaikan pemikirannya, Gus Dur tertidur. Dan, ketika tampil terakhir dengan makalah Solving the Unsolved, Gus Dur memukau hadirin karena dapat mengemukakan jalan keluar yang baik. Konon, seorang filsuf terkejut oleh problem solving yang disampaikan Gus Dur. “Your father is real prophet,” katanya sambil menepuk-nepuk punggung Yenni, putri Gus Dur.

    Pada acara  tahlil hari ketujuh di Tebuireng,  budayawan Emha Ainun Najib (Cak Nun) mengatakan bahwa Gus Dur adalah manusia ber-maqam nabi tetapi  hidup di luar era kenabian sehingga Gus Dur bukan orang yang ma’shum (bebas dari kesalahan). Gus Dur memang bukan nabi, tetapi memainkan irama kenabian karena kehadirannya menjadi “antitesis”  terhadap realitas zaman yang sedang berkembang. Gus Dur tidak hanya membongkar tatanan masyarakat Indonesia yang inferior dan subordinatif akibat hegemoni tirani  militer yang menjadi kacung kapitalisme internasional, tetapi juga  menghadang berdirinya imperium dunia baru yang dirancang oleh Amerika Serikat (AS)  yang akan mewujudkan tatanan unipolar setelah ambruknya imperium Soviet.

    Bung Karno pun sosok antitesis bagi imperialisme-kapitalisme, tetapi ia memiliki partner Marxisme serta didukung penuh oleh kaum pergerakan di dalam negeri dan negara-negara Asia-Afrika yang baru merdeka. Sedangkan Gus Dur ngluruk tanpa bala (bergerak sendirian). Ribuan kader NU yang berjubel di sekitar dan berderet-deret di belakangnya — yang  kemudian menduduki kursi DPR, menteri, gubernur, bupati, hingga kaur kesra— tidak membantu perjuangan Gus Dur, tetapi hanya (maaf, Gus-Mas-Cak!) mencari “berkah” dari kebesaran Gus Dur.

    Gus Dur adalah seorang hamba pilihan yang  peranannya tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Gus Dur bukan hanya seorang pejuang demokrasi, ikon pluralime, atau guru bangsa, melainkan tokoh peradaban. Tidak seperti tokoh spiritual Iran, Ayatullah Ruhullah Khomeini, yang ingin mengubah dunia dengan mengekspor Revolusi Islam, Gus Dur adalah tokoh yang berhasil membuka mata dunia bahwa Islam agama rahmatan lil ‘alamiin. Dan, Gus Dur membuktikan sifat kerahmatan itu dengan menjalin persaudaraan bersama berbagai suku  bangsa, termasuk bangsa Yahudi Israel yang dianggap musuh utama dunia Islam, untuk duduk bersama membangun persaudaraan abadi —sebagai realisasi perintah Allah dalam surat al-Hujurat ayat 13.

    Gus Dur juga akan seperti para salafus shalih yang tidak pernah meninggalkan umatnya, seperi Mbah Ampel (Surabaya),  Mbah Giri (Gresik), Mbah Maling Caluring Troloyo (Mojokerto), Mbah Jaka Tingkir Pringgobayan (Lamongan), Mbah Sayyid Sulaiman Mojoagung (Jombang), dan Mbah  Ud Pagerwojo (Sidoarjo). Mereka telah lama meninggalkan dunia, tetapi tetap menjadi sumber inspirasi, menjadi pengayom, dan memberikan  pengayeman lahir batin kepada masyarakat.

    Sejak kehadiran Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari pada 1899, Tebuireng  menjadi salah satu mercusuar bangsa Indonesia. Keberadaan maqam Gus Dur menjadikan Tebuireng kian dinamis, menjadi salah satu pintu washilah, serta menjadi titik temu bagi semua umat beragama dalam mengekspresikan kerinduannya kepada Sang Mahapencipta –karena banyak penganut agama lain yang berziarah ke makam Gus Dur. Jalan tikus di belakang kompleks Pesantren Tebuireng selalu dijubeli peziarah serta pedagang kaki lima yang ingin mengais rejeki dari karamah Gus Dur.

    Ayyuhan Nahdhiyin wal Muslimin…  Gus Dur yang telah meninggalkan alam fana tetap mengayomi dan menghidupi kita. Jika kita yang masih hidup minta dihidupi umat, mencari penghidupan di organisasi, selalu mengharap sedekah para pejabat, bergantung pada dana hibah luar negeri, atau merebut kedudukan dengan mengorbankan kepentingan rakyat, berarti kita mayyit qablal maut. Gitu aja!
    •