Duta Masyarakat
Kamis, 11 Maret 2010 | 14:39:38 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (293)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Kemelut Undar masih berlangsung   (291)
    Kemelut Undar masih berlangsung
    SETELAH sekitar sebulan lalu Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang dari kubu rektor KH Mujib Musta’in menggelar acara wisuda, di tempat yang sama, Minggu (20/12) kemarin, kubu H Lukman Hakim ...

  • Reaktor nuklir   (287)
    Reaktor nuklir
    Energi yang dihasilkan dalam reaksi fisi nuklir dapat dimanfaatkan untuk keperluan yang berguna. Untuk itu, reaksi fisi harus berlangsung secara terkendali di dalam sebuah reaktor nuklir. Sebuah ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (281)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (273)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (268)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (268)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (266)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (263)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (263)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Berita Utama
    Perlawanan penghuni rumah dinas berlanjut

    Duta Masyarakat | 09 Februari 2010
     
     Baca Juga 
    SBY ‘lapor’ dulu ke Australia
    SBY ‘lapor’ dulu ke Australia
    SAAT rakyat Indonesia belum mendapat jawaban atas misteri mayat yang diduga teroris di Pamulang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan ke publik Australia bahwa aparat Densus 88 ...

    DPR ancam sunat dana KPK
    DPR ancam sunat dana KPK
    LAMBANNYA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti rekomendasi Pansus skandal Bank Century membuat inisiator Hak Angket Century dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva ...

    ICW laporkan dua politisi PDIP
    ICW laporkan dua politisi PDIP
    Indonesia Corruption Watch (ICW) akan mengadukan dua anggota DPR asal FPDIP Panda Nababan dan Tjahjo Kumolo ke Badan Kehormatan DPR. Hal ini dilakukan sebab dua anggota Dewan aktif tersebut diduga ...

    Densus kejar teroris ke Solo
    Densus kejar teroris ke Solo
    YAHYA IBRAHIM, pria yang tewas dalam penyergapan Densus 88 di Jl. Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, ternyata juga jago membuat bom. Soal membuat bom, Yahya malah lebih mahir dari “sang elmaut” ...

    20 teroris Aceh diumumkan
    20 teroris Aceh diumumkan
    MARKAS Besar Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan penangkapan dan menembak teroris di Aceh. Dalam jumpa pers di Mabes Polris, Rabu (10/3), Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri ...

    Dua bos Century disidang in absentia
    Dua bos Century disidang in absentia
    DUA tersangka kasus Bank Century, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi, segera menjalani sidang perdana. Namun, keduanya akan disidang secara in absentia pada 18 Maret 2010 di Pengadilan Negeri ...


    KONFLIK antara keluarga para purnawirawan yang menempati rumah dinas dengan TNI kembali terjadi. Kali ini ratusan keluarga veteran menggelar aksi demo di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Jl. Otista III, Jakarta Timur, saat anggota TNI hendak melakukan pengosongan rumah mereka, Senin (8/2) kemarin.

    Mereka menolak pengosongan dengan alasan selama menempati rumah dinas itu telah membayar PBB dan biaya pemeliharaan lainnya. “Kami punya hak atas rumah kami ini. Kami menolak digusur,” kata seorang purnawirawan TNI kepada para anggota TNI yang hendak melakukan pengosongan.

    Selain dari rumah dinas Jl. Otista, ratusan pendemo itu juga penghuni berbagai rumah dinas TNI lain. Mereka mendirikan panggung untuk tempat berorasi dan menyanyikan lagu perjuangan. Bahkan sebagian dari mereka mengusung foto orang tuanya. “Supaya mereka (pemerintah) tergugah” ujar seorang panitia acara sekaligus penghuni komplek TNI Otista III, Ernest.

    Mereka berasal dari rumah dinas Yon Angkub, Cililitan, Kompleks TNI Bulak Rantai, Kramat Jati, Kompleks AURI 3 Mei Cibinong, kompleks TNI Mampang, kompleks TNI Tanah Kusir, kompleks TNI Berlan dan kompleks TNI Geger Kalong, Bandung.

    “Ini bertujuan untuk menggalang persaudaraan sesama penghuni kompleks. Supaya sepakat kami bersama memperjuangkan hak kami,” ujar Ernest.

    Karena itu, jika ada tindakan eksekusi di salah satu kompleks, maka warga kompleks lain akan turut membantu untuk melakukan perlawanan. Ernest menuturkan, di kompleks III Otista ini dari 200 rumah sekitar 42 penghuni rumah dinas telah mendapat surat edaran yang berisi perintah pengosongan dengan batas waktu awal Februari 2010.

    “Tiga rumah telah dikosongkan paksa, padahal proses hukum masih berjalan,” ujarnya.

    Dia mengaku kecewa dengan anggapan dari sejumlah masyarakat yang menyangka para anak tentara tidak tahu diri dengan memaksa memiliki rumah dinas orangtuanya.

    “Kami hanya mau meluruskan masalah ini, bahwa tanah ini bukan milik TNI tapi warisan dari orang tua kami,” ujarnya. Hal itu dibuktikan dengan 24 rumah telah memiliki sertifikat kepemilikan tanah.

    Ernest mulai menempati lahan itu pada tahun 1950 di mana orang tua mereka membangun rumah secara swadaya di lahan yang masih kosong. “Tidak ada sistem penempatan rumah layaknya kompleks rumah dinas. Di sini pun tidak ada plang nama layaknya kompleks TNI. Para orang tua kami pun berasal dari berbagai kesatuan” ujarnya.

    Acara seperti ini, menurut Ernest akan terus dilaksanakan secara bergiliran di sejumlah kompleks dinas TNI. “Tanggal 13 kami akan menggelar kegiatan yang sama di kompleks Berlan,” ujar Ernest. Tampak seorang anggota DPRD, Berlin Hutajulu, turut hadir untuk memberikan dukungan terhadap aksi yang dilakukan para penghuni kompleks.

    “Semoga masalah ini dapat diselesaikan secara damai tanpa ada kekerasan,” ujar Berlin singkat.

    Menanggapi hal itu Pangdam Jaya Mayjen TNI Darpito Pudyastungkoro meminta agar anak-anak purnawirawan yang masih tinggal di rumah dinas orangtuanya agar mau dipindahkan. Untuk itu Darpito mengaku pernah mengalami hal serupa.

    “Saya juga dulu anak kolong, Darpito ini anak tentara juga,” kata Mayjen Darpito di sela-sela peresmian rumah susun Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Senin kemarin.

    Darpito menjelaskan dulu keluarganya juga “diusir” dari rumah dinas ayahnya di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Saat itu ayah Darpito bertugas di Itjenad. Nah, lokasi perumahan itulah yang kini menjadi Hotel Borobudur.

    “Padahal dulu ayah saya masih aktif. Tapi yang namanya perintah harus ditaati,” tegasnya.

    Darpito menerangkan penertiban rumah dinas di daerah Kodam Jaya tidak dilakukan sembarangan. Ada prosedur, mulai dari surat, pemanggilan hingga musyawarah. Bahkan pihaknya sudah memberi keleluasaan bagi purnawirawan untuk tinggal hingga tutup usia.

    “Kalau sekarang kan sudah dipakai anak-anaknya. Fungsinya pun berubah, ada yang jadi rumah kos dan sebagainya,” ujarnya.
    • amh/vvn