Duta Masyarakat
Jumat, 03 September 2010 | 18:54:21 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet   (300)
    Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet
    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung anggotanya yang diminta membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader Hipmi yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum Hipmi ...

  • Galakkan pemeriksaan lewat papsmear   (299)
    Galakkan pemeriksaan lewat papsmear
    UNTUK menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebanyak 100 anggota PC Fatayat Sidoarjo melakukan papsmear di RSI Siti Hajar, Sabtu (13/3). Selain itu, mereka diberi penerangan terkait bahaya penyakit ...

  • Saat mengoreksi diri   (298)
    Saat mengoreksi diri
    Setiap kita tentu pernah berbuat salah, melakukan dosa. Tapi, tak banyak di antara kita yang mau sibuk mengkalkulasi kesalahan-kesalahannya itu. Padahal, introspeksi diri, yakni mencoba menghitung ...

  • Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu   (292)
    Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu
    UNDANG-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menjadi polemik di masyarakat. Kabarnya pengendara mobil yang menggunakan telepon sambil menyetir akan ditilang dan terancam ...

  • Usia internet sudah 40 tahun   (282)
    Usia internet sudah 40 tahun
    Kemarin 40 tahun lalu, dunia virtual menemukan arti baru, karena saat itulah internet hadir. Memang, tanggal pasti kelahiran internet tidak diketahui. Namun, pesan pertama yang dikirim dan diterima ...

  • Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?   (278)
    Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?
    Kasus BLBI Jilid I bertahun-tahun tidak jelas penyelesaiannya, bahkan terkesan dilupakan begitu saja. Begitu mudah pemerintah dikadalin bankir-bankir bermasalah. Begitu mudah mereka kabur ke luar ...

  • Dua santri juara II KEM tingkat nasional   (276)
    Dua santri juara II KEM tingkat nasional
    DUA siswa MTs Pamekasan berhasil menjadi juara II dalam Kompetisi dan Expo Madrasah (KEM) tingkat nasional 2009 di kota Malang baru-baru ini. Mereka adalah Rahmat Miskaya, siswa MTs Mambaul Ulum ...

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (275)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (269)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Pengawas UN tegang   (269)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Bagikan di Facebook
    Edukasi
    JELANG PENGUKUHAN GURU BESAR UNTAG SURABAYA
    Wacana di antara pembangunan dan perubahan
     Baca Juga 
    Susno Duadji cokot Makbul
    Susno Duadji cokot Makbul
    MANTAN Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji blak-blakan di persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya, Kamis (2/9) ...

    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

    Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden ...

    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    PIDATO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI soal ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia terus menuai cibiran. SBY dinilai seperti juru bicara negeri jiran saja. “Pidato SBY selayaknya ...

    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    GOSIP perselingkuhan menteri terus bermunculan. Kali ini Menteri Perhubungan Freddy Numberi dikabarkan berselingkuh dengan seorang presenter sebuah stasiun televisi dengan inisial RR. Inisial ini ...

    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    GELOMBANG tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terusir dari Malaysia terus berdatangan di tanah air. Ratusan TKI yang baru dideportasi dari negeri jiran itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ...

    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    SEHARI setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan statusnya sebagai tersangka, politisi PDIP Panda Nababan—satu-satunya tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPR— tidak terlihat ...



    DUTA MASYARAKAT, 09 Februari 2010

    FATKHUL AZIZ SURABAYA
    Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya bakal menambah dua guru besar (gubes). Mereka adalah Prof Dr Agus Sukristyanto MS dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) dan Prof Dr Hj Tri Ratnawati SE Ak MS dari Fakultas Ekonomi (FE). Keduanya akan dikukuhkan pada 13 Pebruari mendatang.




    DALAM pengu¬kuhannya nanti, Agus bakal mem¬bacakan pidato ber¬judul ‘Pembangunan dan Pe¬ru¬ba¬han Sosial’. Sedangkan Rat¬na akan membicarakan tentang ‘Standar Akuntansi Meningkatkan Kualitas Kandungan Informasi Ke¬uangan Entitas dalam Meng¬ha¬dapi Tanta¬ngan Krisis Finansial Global’.

    Saat berbincang dengan warta¬wan, Agus menjelaskan proses pem¬bangunan dan perubahan sosial tak lepas dari pengaruh wacana (dis¬course). Bahkan, keberadaan waca¬na kerap menjadi alat penguasaan antar negara.

    Dia mencontohkan adanya wa¬cana underdevelopment yang me¬nimbulkan pengelom¬po¬kan negara menjadi mis¬kin, sedang (berkem¬ba¬ng), dan kaya (maju).

    “Wacana ini malah men¬¬jadi alat melang¬geng¬kan dominasi untuk meng¬eks¬ploitasi sua¬tu negara dan melanggengkan dominasi terhadap kaum marjinal,” bebernya.
    Gubes bidang organisasi dan ad¬mi¬nistrasi internasional ini, me¬nam¬bahkan bentuk-bentuk wacana pem¬bangunan itu seperti tampak pada keberadaan organisasi-organi¬sasi ekonomi dan perdagangan. Mi¬salnya, GATT, WTO, NAFTA, APEC, CAFTA, SIJORI, Otorita Ba¬tam hingga forum-forum lebih kecil dan bersifat lokal.

    “Padahal, dalam lembaga-lemba¬ga itu ada kepentingan negara-ne¬gara besar dan kepentingan bisnis da¬ri perusahan trans-nasional. Me¬reka ini mengontrol 75 persen per¬dagangan dunia,” ujarnya.

    Kekangan wacana pembangunan glo¬bal itu, menurut Agus, sudah ter¬ja¬di di In¬do¬nesia. Banyak lem¬baga eko¬nomi dan per¬da¬ga¬ngan du¬nia yang mem¬be¬lenggu Indo¬ne¬sia de¬ng¬an be¬ragam per¬janjian. Se¬hing¬ga, ha¬rapan adanya peru¬bahan so¬sial ke arah yang lebih baik masih su¬kar di¬wujudkan.

    Tri Ratnawati memperkuat argu¬men¬tasi Agus. Dia tak menampik adanya pengaruh kuat perusahaan-perusahaan trans nasional di In¬donesia. Hanya, keberadaan perusa¬haan trans nasional ini masih belum transparan dalam memberikan infor¬masi finansial ke publik.

    Kondisi itu menimbulkan adanya pengge¬lem¬bungan keuangan yang menutupi kon¬disi perusahaan se¬benarnya. “Seolah-olah perusahaan itu sehat, padahal sakit,” tuturnya.

    Gubes bidang akuntansi ini, meng¬imbuhkan ketidakte¬ruste¬ra¬ngan perusahaan itu bisa berimbas pada terjadinya krisis ekonomi. Hal itu nampak dalam krisis yang ter¬jadi pada 1997 dan 2007 di Indo¬nesia.
    •