Duta Masyarakat
Jumat, 12 Maret 2010 | 10:22:52 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (295)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Kemelut Undar masih berlangsung   (294)
    Kemelut Undar masih berlangsung
    SETELAH sekitar sebulan lalu Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang dari kubu rektor KH Mujib Musta’in menggelar acara wisuda, di tempat yang sama, Minggu (20/12) kemarin, kubu H Lukman Hakim ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (284)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (279)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (274)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (269)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (269)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (267)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (266)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • e-Touch luncurkan tri bundling   (265)
    e-Touch luncurkan tri bundling
    Hutchison CP Telecommunications, operator telekomunikasi merek 3 (tri), menggandeng e-Touch, merek ponsel milik First Mobile Group (FMG) Hongkong, mengeluarkan paket bundling ponsel e-Touch D8 dengan ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Bisnis
    Perbankan syariah tumbuh subur
    LEBIH TINGGI DARI KENAIKAN KREDIT

    Duta Masyarakat | 08 Februari 2010
     
     Baca Juga 
    Perbankan syariah tumbuh subur
    Perbankan syariah tumbuh subur
    Perbankan syariah tampaknya makin memesona. Hingga akhir 2009, nilai pembiayaan dan simpanan masyarakat terpantau meningkat. Apakah ini menunjukkan perbankan berbasis syariat Islam ini makin ...


    Perbankan syariah tampaknya makin memesona. Hingga akhir 2009, nilai pembiayaan dan simpanan masyarakat terpantau meningkat. Apakah ini menunjukkan perbankan berbasis syariat Islam ini makin diminati?

    Perbankan syariah membukukan hasil yang memuaskan. Pada sepanjang 2009, laba bersih yang berhasil dibukukan tercatat Rp791 miliar. Angka ini naik 83,1% dari total laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp432 miliar. Pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang kenaikan kredit bank konvensional yang hanya 10,6% selama 2009. Sedangkan total pendapatan mencapai Rp 8,98 triliun.

    Berdasarkan data Perbankan syariah yang dipublikasikan Bank Indonesia akhir pekan ini, kenaikan laba bersih perbankan syariah ditunjang naiknya outstanding pembiayaan, yang hingga akhir Desember 2009, tercatat menyalurkan dana Rp46,87 triliun, atau naik 22,7% dari total pembiayaan 2008 Rp38,2 triliun.

    Adapun kenaikan laba bersih perbankan syariah didukung dua hal. Pertama bertambahnya outlet-outlet bank syariah yang menyebabkan penetrasi pasar meningkat. “Di 2009 jumlah kantor dan outlet bank syariah sebanyak 1.223 unit, dari tahun sebelumnya 1.024 unit,” ujar Sekretaris Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Bambang Sutrisno, kemarin.

    Kedua, kenaikan laba bersih juga didukung aksi perbankan syariah yang efektif dalam menyalurkan kredit. Terlihat dari dari rasio biaya operasional dibandingkan pendapatan operasional (BOPO) yang membaik. “Pada Desember 2008, BOPO bank syariah sebesar 81,75%, sedangkan pada Desember 2009, mencapai 84,39%,” paparnya.

    Laju pembiayaan tersebut juga diikuti peningkatan kenaikan simpanan masyarakat, dimana total dana pihak ketiga naik 41,8% menjadi Rp15,04 triliun dibandingkan akhir 2008 Rp 36,85 triliun. Namun, perbankan syariah sebenarnya tidak menghabiskan seluruh dana simpanan masyarakatnya untuk pembiayaan.

    Rasio kucuran pembiayaan terhadap dana pihak ketiga (DPK) atau finance to deposit ratio (FDR) mencapai 89,7%. Ini berarti, pembiayaan yang dilakukan perbankan syariah pada 2009 mencapai Rp46,89 triliun. Sedangkan simpanan nasabah mencapai Rp 52,27 triliun.

    Pembiayaan ini dikucurkan paling banyak untuk jasa dunia usaha (business services), diikuti sektor perdagangan, restoran, dan hotel. Selain itu, sektor konstruksi juga menyerap pembiayaan di posisi ketiga.

    Angka FDR 90% sebenarnya sudah cukup agresif. Namun, masih lebih rendah ketimbang 2008, dimana FDR mencapai 103% dengan rincian dana nasabah Rp36,85 triliun dan pembiayaan Rp38,2 triliun.

    Dana simpanan masyarakat syariah masih banyak menganggur di BI dan surat utang syariah, mencapai angka Rp14,17 triliun. Rinciannya, di BI mencapai Rp10,39 triliun dan surat berharga syariah Rp3,78 triliun. Padahal, pada 2008 lalu, dana bank syariah yang disimpan di BI dan surat utang hanya Rp7,8 triliun.

    Kendati bank syariah tampak berhati-hati mengucurkan pembiayaan, kredit bermasalah atau non performing finance (NPF) terpantau naik dari 3,95% per Desember 2008 menjadi Rp1,88 triliun (4,01%) pada Desember 2009 dari total pembiayaan Rp46,88 triliun.

    Sektor pembiayaan lain-lain menyumbang NPF terbesar yaitu Rp450 miliar, atau 23,9% dari total NPF. Disusul sektor perdagangan, restoran dan hotel Rp 436 miliar (23,19%). Sementara sektor pembiayaan pertambangan paling sedikit menyumbang NPF hanya Rp 20 miliar.

    Dilihat dari jenis penggunaannya, pembiayaan modal kerja memiliki kontribusi terbesar terhadap kenaikan NPF, yaitu Rp 899 miliar (47,7%) dari total pembiayaan bermasalah. Disusul pembiayaan investasi sebesar Rp 534 miliar (28%) dan pembiayaan konsumsi sebesar Rp 450 miliar (23,9%).
    • in, ful