PLN targetkan pelanggan prabayar capai 50 persen
Duta Masyarakat | 08 Februari 2010
Baca Juga
PLN targetkan pelanggan prabayar capai 50 persenPLN targetkan pelanggan prabayar capai 50 persen
Keseriusan PLN dalam menggarap pelanggan listrik prabayar tampaknya sangat serius. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan menegaskan, hingga tahun 2012 mendatang, PLN ...
Keseriusan PLN dalam menggarap pelanggan listrik prabayar tampaknya sangat serius. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan menegaskan, hingga tahun 2012 mendatang, PLN ...
Keseriusan PLN dalam menggarap pelanggan listrik prabayar tampaknya sangat serius. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Dahlan Iskan menegaskan, hingga tahun 2012 mendatang, PLN menargetkan pengguna listrik prabayar akan mencapai lebih dari 50% dari total jumlah pelanggan di seluruh Indonesia.
“Hingga 2012, kami menargetkan jumlah pelanggan listrik prabayar akan mendominasi dari total jumlah pelanggan,” kata Dahlan usai peluncuran kawasan pelanggan listrik prabayar di Desa Seruni, Gedangan, Sidoarjo, pekan lalu.
Menurut Dahlan, penggunaan listrik prabayar ini merupakan pendidikan yang luar biasa bagi masyarakat Indonesia untuk mandiri. Kalau biasanya listrik padam langsung menyalahkan PLN, maka setelah menggunakan listrik prabayar mereka harus melihat dulu apa penyebab matinya aliran listrik di rumahnya. Sebab, besar kemungkinan matinya aliran karena pulsa listrik habis.
Di sisi lain, penggunaan listrik prabayar juga akan menghemat pemakaian dan juga bisa meminimalisasi keluhan yang seringkali muncul di masyarakat. Seperti tidak sesuainya besaran listrik yang digunakan dengan tagihan atau keluhan sering terganggu petugas pencatatan dari PLN.
“Intinya, kalau orang Islam bilang, listrik parabayar ini adalah doa ‘sapu jagad’. Sebab listrik prabayar bisa menjadi solusi dari berbagai macam persoalan seputar kelistrikan,” kata Dahlan.
Dari pihak PLN, penggunaan listrik prabayar ini juga akan menghemat biaya administrasi yang tiap tahunnya bisa mencapai Rp1 triliun.
Dahlan menambahkan untuk wilayah Jawa dan Bali sudah tidak ada alasan lagi terjadi pemadaman. Apalagi jika pemadaman terjadi hingga 8 jam atau bahkan 10 jam. Sebab suplai untuk Jawa Bali saat ini melebihi 30% dari kebutuhan. “Kalau ada yang mati, berarti itu murni karena masalah pelayanan dan kontrol,” tegasnya.
Saat ini PLN sedang melakukan kajian terkait perbaikan pelayanan tersebut. Rencananya, perbaikan layanan akan ditangani swasta dan kontrol dari PLN akan lebih diperbaiki.
- jto



