H Mar’ih Marzuki, S.Ag—Wakil Kepala Sekolah MTSN 31 Jakarta
Siap Lestarikan “Warisan” Kiai
Duta Masyarakat | 06 Februari 2010
HUDA SABILY KLENDER
HUDA SABILY KLENDER
Baca Juga
Yakin menang seputaranYakin menang seputaran
Ribuan massa pendukung pasangan Arif Afandi-Adies Kadir (CACAK) memadati acara deklarasi pasangan Calon Walikota (Cawali) dan Calon Wakil Walikota (Cawawali) Surabaya, Selasa (9/3). Dalam deklarasi ...
Ribuan massa pendukung pasangan Arif Afandi-Adies Kadir (CACAK) memadati acara deklarasi pasangan Calon Walikota (Cawali) dan Calon Wakil Walikota (Cawawali) Surabaya, Selasa (9/3). Dalam deklarasi ...
Ditengarai banyak pelanggaran
Ditengarai banyak pelanggaran
Polemik perseteruan anara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan panwaslu pada Pilbup Ngawi, terus berkepanjangan akibatnya pihak Pemuda Pancasila mensinyalir akan banyaknya pelanggaran pada masa tahapan ...
Polemik perseteruan anara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan panwaslu pada Pilbup Ngawi, terus berkepanjangan akibatnya pihak Pemuda Pancasila mensinyalir akan banyaknya pelanggaran pada masa tahapan ...
PKNU Sumenep tunggu rekomendasi DPP
PKNU Sumenep tunggu rekomendasi DPP
Pengurus Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Sumenep, Madura, menunggu rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tentang penetapan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati ...
Pengurus Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Sumenep, Madura, menunggu rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tentang penetapan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati ...
Gesang taklukkan DPD dan PK Partai Golkar Sidoarjo
Gesang taklukkan DPD dan PK Partai Golkar Sidoarjo
Diam-diam Gesang Budiarso, sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur telah menaklukan para pengurus DPD Partai Golkar Sidoarjo dan para pengurus di 18 PK (Pengurus Kecamatan) Partai Golkar se-Sidoarjo. ...
Diam-diam Gesang Budiarso, sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur telah menaklukan para pengurus DPD Partai Golkar Sidoarjo dan para pengurus di 18 PK (Pengurus Kecamatan) Partai Golkar se-Sidoarjo. ...
Gempa bikin kota di Aceh-Nias bergeser
Gempa bikin kota di Aceh-Nias bergeser
BUKAN hanya gempa 8,8 SR di Chili saja yang menyebabkan Kota Concepcion bergeser 3 meter, pergeseran geografis serupa juga terjadi di Aceh pasca-gempa 9,1 SR pada 26 Desember 2004 silam. Pulau Salaut ...
BUKAN hanya gempa 8,8 SR di Chili saja yang menyebabkan Kota Concepcion bergeser 3 meter, pergeseran geografis serupa juga terjadi di Aceh pasca-gempa 9,1 SR pada 26 Desember 2004 silam. Pulau Salaut ...
Disidang karena sembunyikan Noordin
Disidang karena sembunyikan Noordin
Karyawan pabrik tembakau, Supono alias Kedua, terpaksa menjadi pesakitan karena diduga telah menyembunyikan informasi keberadaan anggota teroris Noordin M. Top dan Ustadz Urwah. Hal itu terungkap ...
Karyawan pabrik tembakau, Supono alias Kedua, terpaksa menjadi pesakitan karena diduga telah menyembunyikan informasi keberadaan anggota teroris Noordin M. Top dan Ustadz Urwah. Hal itu terungkap ...
Di kalangan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), nama Mar’ih Marzuki sudah tidak asing lagi. Maklum, tokoh muda Jakarta ini lama berkecimpung di organisasi pelajar dan santri NU ini, khususnya di DKI Jakarta.
Sejak masih belajar di sekolah dasar, Mar’ih sudah punya bakat berorganisasi. Bakat itu hingga kini masih dikembangkannya dengan aktif di berbagai organisasi.
Di Jakarta, nama Mar’ih telah cukup mengakar. Di IPNU, ia merupakan salah satu pendiri IPNU di kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Selama menjadi aktivis, ia dikenal yang kreatif dan konsisten dalam berorganisasi. ”Saya itu pendiri IPNU di Cakung,” ujarnya.
Mar’ih lahir di Pengarengan, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, 9 Februari 1968. Sejak masih belia, putra pasangan H Marzuki (alm) dan Hasyimah (almh) ini memang sudah terlihat punya banyak bakat. Karena itu, sangat maklum, jika Mar’ih dikenal sebagai aktivis yang berprestasi.
Mar’ih menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Kemudian, atas kemauannya sendiri, serta dorongan keluarganya, pada 1986, ia melanjutkan studinya di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Di pesantren tersebut, ia belajar hingga Madrasah Aliyah (MA).
“Selesai tamat SD, saya lansung masuk MTS di Tebuireng. Di situ berlanjut hingga Madrasah Aliyah,” ujar pria yang suka humor ini.
Banyak pengalaman yang didapatnya saat menjadi santri di Tebuireng. Suka dan duka pernah dialaminya. Namun, semua itu dianggapnya sebagai pelajaran untuk mencapai sukses di kemudian hari.
Setelah lulus dari Tebuireng, Mar’ih merasa punya tanggungjawab besar untuk meneruskan perjuangan tokoh panutannya, KH Hasyim Asyari. ”Jadi sebagai santri alumni pondok pesantren Tebuireng, saya harus meneruskan perjuangan beliau,” ungkapnya.
Mar’ih juga akan melestarikan ilmu dan ‘warisan’ yang ditinggalkan KH Hasyim Asyari. Baginya, hal itu sebauh kewajiban yang harus dijalaninya, yakni menjaga pesantren, keturunan dan organisasi yang didirikan, yaitu Nahdlatul Ulama (NU).
“Ibaratnya, pondok pesantren Tebuireng NU kecil dan organisasi NU itu pesantren besarnya,” katanya.
Sebagai bagian dari meneruskan perjuangan KH Hasyim Asyari, Mar’ih hingga kini masih aktif di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.
Jabatan yang pernah diembannya, yaitu menjabat Wakil Sekretaris dan Sekretaris. Pada dua periode kepemimpinan Fauzi Bowo di PWNU DKI, ia dipercaya masuk kepengurusan. “Saya masuk lagi menjadi pengurus PWNU DKI Jakarta,” katanya.
Mar’ih sudah dikarunia 4 anak dari perkawinannya dengan Ahyati Halim sejak 1999. Mereka adalah Achmad Jabbar Muttaqin, Muhammad Thoriq Hadad, Achmad Mikail Zamzami, dan Nahdlah Fitriyah.(*)



