Duta Masyarakat
Jumat, 03 September 2010 | 18:47:35 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet   (300)
    Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet
    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung anggotanya yang diminta membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader Hipmi yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum Hipmi ...

  • Galakkan pemeriksaan lewat papsmear   (299)
    Galakkan pemeriksaan lewat papsmear
    UNTUK menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebanyak 100 anggota PC Fatayat Sidoarjo melakukan papsmear di RSI Siti Hajar, Sabtu (13/3). Selain itu, mereka diberi penerangan terkait bahaya penyakit ...

  • Saat mengoreksi diri   (298)
    Saat mengoreksi diri
    Setiap kita tentu pernah berbuat salah, melakukan dosa. Tapi, tak banyak di antara kita yang mau sibuk mengkalkulasi kesalahan-kesalahannya itu. Padahal, introspeksi diri, yakni mencoba menghitung ...

  • Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu   (291)
    Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu
    UNDANG-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menjadi polemik di masyarakat. Kabarnya pengendara mobil yang menggunakan telepon sambil menyetir akan ditilang dan terancam ...

  • Usia internet sudah 40 tahun   (282)
    Usia internet sudah 40 tahun
    Kemarin 40 tahun lalu, dunia virtual menemukan arti baru, karena saat itulah internet hadir. Memang, tanggal pasti kelahiran internet tidak diketahui. Namun, pesan pertama yang dikirim dan diterima ...

  • Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?   (278)
    Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?
    Kasus BLBI Jilid I bertahun-tahun tidak jelas penyelesaiannya, bahkan terkesan dilupakan begitu saja. Begitu mudah pemerintah dikadalin bankir-bankir bermasalah. Begitu mudah mereka kabur ke luar ...

  • Dua santri juara II KEM tingkat nasional   (276)
    Dua santri juara II KEM tingkat nasional
    DUA siswa MTs Pamekasan berhasil menjadi juara II dalam Kompetisi dan Expo Madrasah (KEM) tingkat nasional 2009 di kota Malang baru-baru ini. Mereka adalah Rahmat Miskaya, siswa MTs Mambaul Ulum ...

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (275)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (269)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Pengawas UN tegang   (269)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Bagikan di Facebook
    Metro Style
    H Mar’ih Marzuki, S.Ag—Wakil Kepala Sekolah MTSN 31 Jakarta
    Siap Lestarikan “Warisan” Kiai
     Baca Juga 
    Susno Duadji cokot Makbul
    Susno Duadji cokot Makbul
    MANTAN Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji blak-blakan di persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya, Kamis (2/9) ...

    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

    Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden ...

    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    PIDATO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI soal ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia terus menuai cibiran. SBY dinilai seperti juru bicara negeri jiran saja. “Pidato SBY selayaknya ...

    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    GOSIP perselingkuhan menteri terus bermunculan. Kali ini Menteri Perhubungan Freddy Numberi dikabarkan berselingkuh dengan seorang presenter sebuah stasiun televisi dengan inisial RR. Inisial ini ...

    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    GELOMBANG tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terusir dari Malaysia terus berdatangan di tanah air. Ratusan TKI yang baru dideportasi dari negeri jiran itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ...

    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    SEHARI setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan statusnya sebagai tersangka, politisi PDIP Panda Nababan—satu-satunya tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPR— tidak terlihat ...



    DUTA MASYARAKAT, 06 Februari 2010

    HUDA SABILY KLENDER
    Di kalangan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), nama Mar’ih Marzuki sudah tidak asing lagi. Maklum, tokoh muda Jakarta ini lama berkecimpung di organisasi pelajar dan santri NU ini, khususnya di DKI Jakarta.

    Sejak masih belajar di sekolah dasar, Mar’ih sudah punya bakat berorganisasi. Bakat itu hingga kini masih dikembangkannya dengan aktif di berbagai organisasi.

    Di Jakarta, nama Mar’ih telah cukup mengakar. Di IPNU, ia merupakan salah satu pendiri IPNU di kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Selama menjadi aktivis, ia dikenal yang kreatif dan konsisten dalam berorganisasi. ”Saya itu pendiri IPNU di Cakung,” ujarnya.

    Mar’ih lahir di Pengarengan, Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, 9 Februari 1968. Sejak masih belia, putra pasangan H Marzuki (alm) dan Hasyimah (almh) ini memang sudah terlihat punya banyak bakat. Karena itu, sangat maklum, jika Mar’ih dikenal sebagai aktivis yang berprestasi.

    Mar’ih menamatkan pendidikan Sekolah Dasar (SD) di Jakarta. Kemudian, atas kemauannya sendiri, serta dorongan keluarganya, pada 1986, ia melanjutkan studinya di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur. Di pesantren tersebut, ia belajar hingga Madrasah Aliyah (MA).

    “Selesai tamat SD, saya lansung masuk MTS di Tebuireng. Di situ berlanjut hingga Madrasah Aliyah,” ujar pria yang suka humor ini.

    Banyak pengalaman yang didapatnya saat menjadi santri di Tebuireng. Suka dan duka pernah dialaminya. Namun, semua itu dianggapnya sebagai pelajaran untuk mencapai sukses di kemudian hari.

    Setelah lulus dari Tebuireng, Mar’ih merasa punya tanggungjawab besar untuk meneruskan perjuangan tokoh panutannya, KH Hasyim Asyari. ”Jadi sebagai santri alumni pondok pesantren Tebuireng, saya harus meneruskan perjuangan beliau,” ungkapnya.

    Mar’ih juga akan melestarikan ilmu dan ‘warisan’ yang ditinggalkan KH Hasyim Asyari. Baginya, hal itu sebauh kewajiban yang harus dijalaninya, yakni menjaga pesantren, keturunan dan organisasi yang didirikan, yaitu Nahdlatul Ulama (NU).

    “Ibaratnya, pondok pesantren Tebuireng NU kecil dan organisasi NU itu pesantren besarnya,” katanya.

    Sebagai bagian dari meneruskan perjuangan KH Hasyim Asyari, Mar’ih hingga kini masih aktif di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

    Jabatan yang pernah diembannya, yaitu menjabat Wakil Sekretaris dan Sekretaris. Pada dua periode kepemimpinan Fauzi Bowo di PWNU DKI, ia dipercaya masuk kepengurusan. “Saya masuk lagi menjadi pengurus PWNU DKI Jakarta,” katanya.

    Mar’ih sudah dikarunia 4 anak dari perkawinannya dengan Ahyati Halim sejak 1999. Mereka adalah Achmad Jabbar Muttaqin, Muhammad Thoriq Hadad, Achmad Mikail Zamzami, dan Nahdlah Fitriyah.(*)

    •