Duta Masyarakat
Sabtu, 13 Maret 2010 | 23:19:48 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (299)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (293)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (293)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (285)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (283)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • Tolak teori hujan hingga teori Darwin   (279)
    Tolak teori hujan hingga teori Darwin
    Serangan-serangan terkoordinasi telah mereka lancarkan di belahan utara Nigeria. Ancaman menggulingkan pemerintah dan menerapkan hukum Islam mereka tebarkan. Itulah Taliban Nigeria. Tapi siapa ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (277)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (272)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (271)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • e-Touch luncurkan tri bundling   (270)
    e-Touch luncurkan tri bundling
    Hutchison CP Telecommunications, operator telekomunikasi merek 3 (tri), menggandeng e-Touch, merek ponsel milik First Mobile Group (FMG) Hongkong, mengeluarkan paket bundling ponsel e-Touch D8 dengan ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Diskusi Reboan
    NU butuh manager, siapakah dia?

    Duta Masyarakat | 30 Januari 2010
    AHMAD MILLAH JAKARTA
     Baca Juga 
    Memakmurkan rumah Allah dengan pendidikan dan pasar
    Memakmurkan rumah Allah dengan pendidikan dan pasar
    Tanah lapang di sebuah desa yang sunyi di ujung timur Kota Surabaya itu cukup istimewa. Ya dari sana telah lahir komunitas jamaah di tahun 1970-an.


    SAAT itu salat rawatib ...

    PAN dan Koalisi
    PAN dan Koalisi
    Bara Hasibuan dan saya banyak bertemu dan bergaul dan sama-sama terlibat dalam pendirian suatu partai yaitu Partai Amanat Nasional (PAN). Saya tidak masuk dalam partai itu, tapi mendukungnya dalam ...

    Menyemai asa dari bisnis rumahan
    Menyemai asa dari bisnis rumahan
    Anda belum mendapatkan pekerjaan? Atau, Anda sudah bekerja tapi mulai bosan dengan rutinitas dan kemacetan lalu lintas setiap hari? Jika ingin memulai tantangan baru, Anda bisa mulai mencoba usaha ...

    Bahasa asing punya nilai lebih
    Bahasa asing punya nilai lebih
    Peringatan dari kaum pengusaha di Inggris ini berguna dan berlaku juga buat segenap pencari kerja di Tanah Air. Kalangan pimpinan perusahaan di sana saat ini menyeru kepada anak-anak muda untuk ...

    `Monster` masa depan tanpa pandang bulu
    `Monster` masa depan tanpa pandang bulu
    Diabetes mellitus (DM) yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan salah satu penyakit yang prevalensinya kian meningkat. Kini, jumlah penderita diabetes di ...

    Tren one stop body treatment
    Tren one stop body treatment
    Siapa sih yang tidak ingin tampil cantik? Tentu tidak ada. Salah satu solusinya adalah body treatment. Namun, banyak wanita yang enggan melakukan perawatan. Kenapa?

    BODY treatment ...


    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi yang didudukinya selama 10 tahun.

    Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok ini mengatakan, tantangan NU ke depan akan sangat berat. Karena itu, ia berharap Ketua Umum yang akan datang merupakan figur yang punya kemampuaan manajerial agar dapat merealisasikan berbagai agenda NU secara lebih kongkrit.

    Menurutnya, NU selama ini bergerak pada banyak bidang, meliputi dakwah, pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Karena itu, Ia butuh pengganti yang mampu meneruskan dan merealisasikan program-program yang teleh dirintisnya selama 10 tahun terakhir.

    Mantan Ketua PWNU Jatim ini mengatakan, NU tidak bisa hanya diatur dengan kharisma tokoh atau kiai, tetapi juga butuh sistem dan managemen yang lebih rapi.
    ”Ketua tanfidziyah itu haruslah manajer, sehingga bisa langsung menjalankan perbuatan-perbuatan kongkret di lapangan berupa proyek-proyek NU seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” katanya di sela acara peletakan batu pertama gedung PBNU II, Jl Matraman Timur 5, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/1).
    Ia menegaskan, kharisma NU itu ada pada kiai yang di struktur PBNU mengisi posisi di syuriah. Sedang tanfidziyah yang bertindak sebagai pelaksana program diisi oleh figur-figur yang mengerti manajemen organisasi.

    ”Saya berharap nanti syuriyah yang memegang kharisma dan akan didampingi oleh tanfidziyah yang memang benar-benar mengerti tentang sistem dan managemen,” katanya.
    Dengan demikian, ia berharap, konsistensi NU dalam memegang syariah, aqidah dan manhaj akan terjamin, sementara berbagai produk pemikiran itu akan direalisasikan oleh tanfidziyah berupa proyek-proyek yang bermanfaat bagi umat.

    Menanggapi komentar KH Hasyim Muzadi itu, calon Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj mengatakan, NU memang butuh figur manajer untuk membenahi kelemahan-kelemahan NU saat ini. “Saya setuju dengan pendapat Pak Hasyim. NU memang butuh figur yang mampu memanej khithah, memanej organisasi, memanej program NU, serta transparan,” kata Kang Said, demikian ia akrab disapa. Senada dengan Kang Said, Masdar Farid Mas’udi juga sependapat dengan KH Hasyim Muzadi. Menurutnya, NU memang membutuhkan figur berpengalaman yang bisa memanej NU dalam menjalankan bidang-bidang garapan NU, seperti dakwah, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. “Memang itu sangat penting sekali,” katanya.

    Kandidat Ketua Umum PBNU lainnya, Ahmad Bagdja mengatakan, NU memang membutuhkan manager handal, berdedikasi tinggi, dan siap tidak populer.
    “Yang dibutuhkan NU manajeman yang mengatur dengan tegas dan jelas fungsi kewenangan masing-masing bagian dalam NU. NU sebagai induk orang, apa fungsi dan kewenangannya. Demikian juga dengan Badan Otonom, lembaga dan lajnah sebagai perangkat NU, apa fungsi dan kewenangannya,” katanya.
    Menurutnya, dalam perspektif manajemen, syuriah adalah pemimpin, pengarah, penanggung jawab, kebijakan organisasi. “Sedang tanfidziyah adalah pelaksana operasional di lapangan. Tanfidziyah adalah manager organisasi yang mengatur proses operasional program-program NU,” jelas mantan Ketua Umum PB PMII ini.

    Menarik dinantikan, siapakah yang bakal terpilih sebagai Ketua Umum PBNU menggantikan KH Hasyim Muzadi. Apakah Said Aqil Siradj atau Masdar Farid Masudi yang dikenal pakar ilmu agama dan berpengalaman selama puluhan tahun menjadi pengurus PBNU. Atau Ahmad Bagdja yang dikenal sebagai organisator sejak masih belia. Ia aktif di PBNU bersama Gus Dur selama 15 tahun dan 10 tahun bersama KH Hasyim Muzadi. Bisa juga Gus Sholah yang terpilih. Ia adalah calon non-struktural yang punya akar kuat di kalangan pesantren. Selain menjadi pengasuh pesantren Tebuireng, pengalaman manajerial adik kandung Gus Dur ini juga tak bisa dianggap remeh.

    Tidak menutup kemungkinan, Slamet, Ulil dan Ali Maschan mampu membuat kejutan. Jawaban semua itu ada di tangan peserta Muktamar. Di tangan merekalah maju mundurnya NU ditentukan. Katib Aam PBNU, Nasaruddin Umar mengatakan, yang dibutuhkan oleh NU saat ini adalah para manajer yang mampu mengelola organisasi dengan baik.
    Namun, kata tokoh NU asal Sulawesi Selatan ini, di lingkungan NU mudah sekali mencari orang yang bertipe pemimpin, tetapi sulit untuk mencari figur manager.
    “Kalau pemimpin kan pesyaratannya sudah senior, darah biru, laki-laki, memiliki popularitas, dan lainnya, ini banyak di NU, tapi kalau kita bicara manager, tak mesti tokoh, populer atau darah biru, tapi kasih 100 persoalan, akan diselesaikan,” kata saat membuka Rakernas LP Maarif NU di Bandung, akhir pekan lalu.

    Para manager kreatif dan mumpuni inilah yang diharapkan mampu melakukan sebuah perubahan dan memaksimalkan potensi yang ada di NU. Nasaruddin berharap warga NU di Jatim, Lampung, Sulawesi Selatan atau lainnya mendapatkan sentuhan dari para pemimpinnya. Ketua Umum PBNU yang akan datang diharapkan juga memberi perhatian lebih kepada pendidikan NU yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Maarif. “Kalau perlu Maarif memberikan PR (Pekerjaan Rumah) kepada calon pemimpin NU yang akan datang, tidak usah yang lain,” katanya.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Muktamar ke-32 NU yang bakal digelar di Makassar, 22-27 Maret mendatang diramaikan dengan munculnya tujuh kader NU yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum. Mereka adalah Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Ahmad Bagdja, Said Aqil Siradj, Masdar Farid Mas’udi, Slamet Efendi Yusuf, Ulil Abshor Abdalla dan Ali Maschan Musa yang baru muncul belakangan.(*)
    •