Duta Masyarakat
Jumat, 03 September 2010 | 18:58:07 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet   (300)
    Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet
    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung anggotanya yang diminta membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader Hipmi yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum Hipmi ...

  • Galakkan pemeriksaan lewat papsmear   (299)
    Galakkan pemeriksaan lewat papsmear
    UNTUK menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebanyak 100 anggota PC Fatayat Sidoarjo melakukan papsmear di RSI Siti Hajar, Sabtu (13/3). Selain itu, mereka diberi penerangan terkait bahaya penyakit ...

  • Saat mengoreksi diri   (298)
    Saat mengoreksi diri
    Setiap kita tentu pernah berbuat salah, melakukan dosa. Tapi, tak banyak di antara kita yang mau sibuk mengkalkulasi kesalahan-kesalahannya itu. Padahal, introspeksi diri, yakni mencoba menghitung ...

  • Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu   (292)
    Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu
    UNDANG-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menjadi polemik di masyarakat. Kabarnya pengendara mobil yang menggunakan telepon sambil menyetir akan ditilang dan terancam ...

  • Usia internet sudah 40 tahun   (282)
    Usia internet sudah 40 tahun
    Kemarin 40 tahun lalu, dunia virtual menemukan arti baru, karena saat itulah internet hadir. Memang, tanggal pasti kelahiran internet tidak diketahui. Namun, pesan pertama yang dikirim dan diterima ...

  • Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?   (278)
    Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?
    Kasus BLBI Jilid I bertahun-tahun tidak jelas penyelesaiannya, bahkan terkesan dilupakan begitu saja. Begitu mudah pemerintah dikadalin bankir-bankir bermasalah. Begitu mudah mereka kabur ke luar ...

  • Dua santri juara II KEM tingkat nasional   (276)
    Dua santri juara II KEM tingkat nasional
    DUA siswa MTs Pamekasan berhasil menjadi juara II dalam Kompetisi dan Expo Madrasah (KEM) tingkat nasional 2009 di kota Malang baru-baru ini. Mereka adalah Rahmat Miskaya, siswa MTs Mambaul Ulum ...

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (275)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (269)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Pengawas UN tegang   (269)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Bagikan di Facebook
    Nasional
    SINDIR SUSNO BAGI-BAGI BUKU
    Lagi-lagi Ruhut bikin heboh rapat Pansus Century
     Baca Juga 
    Susno Duadji cokot Makbul
    Susno Duadji cokot Makbul
    MANTAN Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji blak-blakan di persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya, Kamis (2/9) ...

    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

    Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden ...

    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    PIDATO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI soal ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia terus menuai cibiran. SBY dinilai seperti juru bicara negeri jiran saja. “Pidato SBY selayaknya ...

    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    GOSIP perselingkuhan menteri terus bermunculan. Kali ini Menteri Perhubungan Freddy Numberi dikabarkan berselingkuh dengan seorang presenter sebuah stasiun televisi dengan inisial RR. Inisial ini ...

    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    GELOMBANG tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terusir dari Malaysia terus berdatangan di tanah air. Ratusan TKI yang baru dideportasi dari negeri jiran itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ...

    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    SEHARI setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan statusnya sebagai tersangka, politisi PDIP Panda Nababan—satu-satunya tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPR— tidak terlihat ...



    DUTA MASYARAKAT, 21 Januari 2010

    Keributan kembali terjadi di Pansus Hak Angket Bank Century. Kali ini, lagi-lagi, ribut-ribut melibatkan anggota pansus dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul. Hanya saja lawannya anggota pansus dari Fraksi PDI Perjuangan lain, yakni Maruarar Sirait. Pangkal persoalan masalah aliran dana.
    Bahkan Ruhut lagi-lagi melontarkan kata kurang etis di rapat Dewan yang terhormat itu.

    Dalam rapat Pansus yang berlangsung Rabu (20/1) kemarin Ruhut menyebut istilah “burung”, atau kata lain alat kelamin milik laki-laki, untuk menyindir mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji. “Tolong jangan ajari ikan berenang, kita semua pintar berenang, burung terbang. Kalau tidak bisa terbang ya burung kita-kita ini,” kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1) kemarin.

    Ruhut menyindir Susno lantaran membagi-bagikan buku sesaat sebelum bersaksi dalam rapat Pansus Angket Century. Buku yang dibagikan berjudul “Susno Duadji di Mata Sahabat Pers.” Buku berwarna putih itu ditulis oleh Achmad Setiyaji dan Edi Nasution. Buku tersebut bergambar Susno yang mengenakan seragam kepolisian dan wajah Susno yang mengenakan pakaian warna putih. Buku terdiri 166 halaman.

    Buku kedua yang dibagikan berjudul “Perjalanan KUHAP Seperempat Abad Lebih, Masalah Substansi dan Implementasi”. Buku warna coklat bergambar tangan yang menggenggam palu merupakan karangan Susno. Buku tersebut terdiri dari 295 halaman.

    “Tadi ada beberapa anggota Pansus yang dapat, tapi ditarik kembali. Tapi saya tetap menyimpan satu,” ucap Ruhut.

    Ruhut juga menyindir Susno yang membedah kasus mantan bos Bank Century menjadi beberapa berkas. “Bapak menjelaskan seperti film Rambo, ada jilid I, jilid II, hingga jilid V. Tolong jangan dibikin film ini kayak film Rambo,” kritik pria asal Medan ini.

    Penangkapan mantan pemilik Bank Century Robert Tantular yang menurut pengakuan Susno atas perintah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menjadi sasaran kritik Ruhut. “Tangkap orang karena fakta, bukan karena kekuasaan,” pinta pria nyentrik ini.

    Ribut lagi

    Ruhut juga gegeran dengan anggota Pansus dari FPDIP, Maruarar Sirait. Saat itu Ruhut meminta klarifikasi dari Susno soal aliran dana yang disebut-sebut mengalir ke sejumlah petinggi Partai Demokrat dan lingkaran terdekat Presiden SBY, seperti keluarga Mallarangeng, Hatta Radjasa, Edi Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Sebelumnya Ruhut menyindir soal rekan pansus lain yang selalu menyoroti soal aliran dana bank. “Pertanyaan ini seperti yang selalu ditanyakan rekan yang di pojokan sana,” kata Ruhut. Semula Maruarar yang biasa dipanggil Ara, menahan diri. Namun dia akhirnya terpancing juga atas pernyataan Ruhut, sehingga melakukan interupsi saat Ruhut sedang bertanya.

    “Kalau Anda dengan santai bisa menyebut Presiden SBY, kenapa Anda tidak langsung menyebut nama saya. Kenapa?” tanya Ara.

    Ara lalu mempertanyakan kepada pimpinan pansus, Saca Wirya dari Demokrat soal etika pansus karena sesuai kesepakatan anggota tidak diperkenankan mengomentari satu-satu di antara anggota pansus. “Kalau mau konsekuen sebagai fraksi pansus, jangan mengomentari. Ayo, saya bisa saja komentari satu per satu orang kalau mau, tapi saya menahan diri, saya konsekuen. Kita fokus tanya kepada Pak Susno, jangan komentar ini itu,” kata Ara.

    Ara atas nama PDI Perjuangan mengaku konsekuen tidak akan menyebut nama partai. “Kita harus konsekuen. Mengutip pernyataan Bung Karno, satukan perkataan dan perbuatan, bukan hanya perkataan saja,” tegas Ara.

    Tidak mau kalah, Ruhut yang sejak tadi sudah hendak bicara dengan kencang berkata. “Saya juga penyambung pesan Bung Karno, penyambung lidah Partai Demokrat. Ingat Ara, semangat kita Fraksi Pansus. Saya tidak sebut Ara atau partai tadi. Ingat jangan diputar balik, saya ini pengacara,” kata Ruhut yang di rapat pansus mengaku sebagai salah satu dari tiga pengacara besar di Indonesia.

    Ara yang terlihat emosi menyahut omongan Ruhut. “Kalau begitu kita juga tidak perlu mengomentari orang-orang di pansus. Pimpinan tolong tegas, ini supaya jelas, tolong dengar, apakah semua bisa berkomentar soal anggota pansus lain. Kalau iya katakan, kalau jangan ya jangan. Kalau boleh mulai sekarang saya akan komentari orang per orang,” teriak Ara.

    Saca kemudian menegaskan bahwa sesuai kesepakatan sebagai fraksi pansus, maka semua pertanyaan harus fokus kepada saksi. Meski Saca sudah menegaskan hal itu, sesama anggota pansus tetap ribut. Bahkan Bambang Soesatyo dari Partai Golkar berteriak soal ketidaksenangannya dengan ulah Ruhut yang terus menerus menyebut nama Jusuf Kalla. “Kami keberatan nama JK terus disebut-sebut,” katanya.

    Tidak hanya Bambang, Akbar Faisal dari Partai Hanura juga ikut berkomentar. Kali ini Akbar mengingatkan soal etika pansus yang dikritik masyarakat, termasuk Presiden SBY.
    • ful/det/vvn