Murid SMP bikin puisi dan surat cinta
Duta Masyarakat | 29 Oktober 2009
FATKHUL AZIZ SURABAYA
FATKHUL AZIZ SURABAYA
Baca Juga
9 BUMN belum terapkan GCG 9 BUMN belum terapkan GCG
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) ternyata belum diimplementasikan di semua badan usaha milik nasional (BUMN), khususnya bidang usaha pertambangan, industri strategis, energi dan ...
Prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) ternyata belum diimplementasikan di semua badan usaha milik nasional (BUMN), khususnya bidang usaha pertambangan, industri strategis, energi dan ...
Dewan jadi ‘terminal’ angkot
Dewan jadi ‘terminal’ angkot
ADA pemandangan tak biasa di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (8/2) kemarin. Gedung wakil rakyat yang terhormat itu berubah menjadi ‘terminal angkot’. Pasalnya, ratusan unit angkot dari delapan jalur ...
ADA pemandangan tak biasa di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (8/2) kemarin. Gedung wakil rakyat yang terhormat itu berubah menjadi ‘terminal angkot’. Pasalnya, ratusan unit angkot dari delapan jalur ...
Ciptakan detektor kebocoran gas
Ciptakan detektor kebocoran gas
AHMAD Zainuri masih setia menyambung kabel demi kabel. Setelah berhasil menyambungnya dan alat detektor kebocoran gas itu berfungsi, tak lama kemudian mati lagi. Merasa kurang rapat menyambung, ...
AHMAD Zainuri masih setia menyambung kabel demi kabel. Setelah berhasil menyambungnya dan alat detektor kebocoran gas itu berfungsi, tak lama kemudian mati lagi. Merasa kurang rapat menyambung, ...
Rentan kekerasan dan kriminalitas
Rentan kekerasan dan kriminalitas
Pilihan untuk mencegah anak-anak turun ke jalan, di antaranya, tinggalkan pendekatan proyek. Sebagai gantinya, negara harus memberi jaminan sosial bagi warga miskin tanpa perkecualian.
Al-Azhar tolak pusat studi Syi’ah
Jangan ancam dunia!
Pilihan untuk mencegah anak-anak turun ke jalan, di antaranya, tinggalkan pendekatan proyek. Sebagai gantinya, negara harus memberi jaminan sosial bagi warga miskin tanpa perkecualian.
Al-Azhar tolak pusat studi Syi’ah
Al-Azhar tolak pusat studi Syi’ah
Rencana pendirian pusat studi resmi Syi’ah di Mesir mendapat reaksi keras ulama Al-Azhar. Proyek tersebut tidak dibutuhkan karena mereka sudah mencintai Alhul Bait.
“Tidak bisa ...
Rencana pendirian pusat studi resmi Syi’ah di Mesir mendapat reaksi keras ulama Al-Azhar. Proyek tersebut tidak dibutuhkan karena mereka sudah mencintai Alhul Bait.
“Tidak bisa ...
Jangan ancam dunia!
Jangan ancam dunia!
Ketika banyak umat Islam memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasingkan dunia dan mengubah teman menjadi musuh, maka tidak heran jika Anda akan menemukan contoh di beberapa ...
Ketika banyak umat Islam memiliki kemampuan luar biasa untuk mengasingkan dunia dan mengubah teman menjadi musuh, maka tidak heran jika Anda akan menemukan contoh di beberapa ...
BERHARAP BANYAK PADA MENDIKNAS BARU
Banyak cara dilakukan untuk memperingati hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. Salah satu yang unik dilakukan para siswi SMP Putri Luqman Al-Hakim. Mereka menulis puisi dan surat cinta khusus untuk Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh.
Ajang kreatif yang dibalut dalam bentuk lomba itu digelar di halaman sekolah yang asri, Rabu (28/10).
"Bapak Menteri Pendidikan Muhammad Nuh yang saya hormati dan cintai. Izinkan saya, murid SMP Putri Luqman Al-Hakim Surabaya, menyampaikan harapan. Bahwa Bapak Nuh bisa memenuhi amanah Presiden SBY untuk menyelenggarakan pendidikan sedemikian rupa, dapat membangun karakter dan budaya bangsa. Bagi kami, amanah tersebut bisa diwujudkan dengan cara memberikan sentuhan tauhid pada semua pelajaran yang diterima siswa."
Itulah intisari dari puluhan surat cinta dan puisi cinta yang ditulis oleh para murid SMP Putri Luqman Al-Hakim. Rencananya, tiga karya terbaik akan dikirimkan ke alamat Mendiknas di Jakarta.
Kepala SMP Luqman Al-Hakim, Ina Choriyati, menuturkan, siswi-siswinya memang dibiasakan menulis. Setiap Sabtu, ekstrakulikuler menulis diikuti sekitar 22 anak. Selain itu, ketika ada acara di sekitar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, anak-anak meliput, memotret, dan menuliskannya. Bahkan, rilis pers ketika Rakernas Hidayatullah di Surabaya dibuat anak-anak ini dan diedit para guru.
Ina melanjutkan, kegiatan tersebut didesain untuk dua hal. Pertama, untuk melatih kecakapan menulis para siswi, terutama di saat-saat momentum peringatan Sumpah Pemuda. Kedua, sebagai pembelajaran ’Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia’. ”Kami berharap kegiatan tersebut bisa melatih kepekaan siswi terhadap perkembangan situasi sekitar,” ujar Ina.
Sebelum lomba, para siswi juga boleh membawa coretan dari rumah. Karenanya, penulisan surat cinta menggunakan tata bahasa sesuai ejaan yang disempurnakan itu harus rampung dalam 30 menit.
Juri yang menilai karya-karya tersebut terdiri atas guru Bahasa Indonesia, Aziz Asmuni, dan Kepala Humas Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah, Anwar Djaelani. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka menetapkan Mutia Rachmania (kelas VIII C), Dzakiyyah Rusydah (kelas VII C), dan Furqona Basyiroh (kelas IX C) sebagai pemenang penulisan surat cinta.
Sedangkan tiga terbaik lomba penulisan puisi cinta disematkan secara berturut-turut kepada Averina Nadya H (kelas VIII), Qonita Ainurrahma (kelas VIII C), dan Al-Husna (kelas IX C).
Para pemenang mengaku senang bisa mengikuti acara tersebut. Mutia Rachmania berharap Mendiknas yang baru bisa mengembangkan pendidikan yang dapat membangun karakter dan budaya bangsa.
Hal senada diungkap Dzakiyyah Rusydah. Ia berharap semakin banyak sekolah baru yang dibangun, sehingga pendidikan yang baik bisa dinikmati secara merata. Ia juga ingin sekolah-sekolah yang sudah ada dipelihara secara optimal sehingga kebiatan belajar bisa nyaman.
”Semoga surat yang saya buat dapat dibaca dan direspons Bapak Nuh, sedemikian rupa beliau lebih bisa memahami suara hati para siswa yang merindukan pendidikan bermutu dan gratis,” kata Dzakiyyah.
Harapan di surat cinta dan puisi sudah disampaikan, tinggal pemegang amanah mewujudkannya.



