Geliat Taiwan di tengah bencana
Baca Juga
Menag perkirakan Idul Fitri JumatMenag perkirakan Idul Fitri Jumat
SIDANG itsbat untuk menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah atau Idul Fitri akan dilaksanakan Rabu (8/9) hari ini. Sidang digelar di Operation Room Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, ...
SIDANG itsbat untuk menetapkan 1 Syawal 1431 Hijriyah atau Idul Fitri akan dilaksanakan Rabu (8/9) hari ini. Sidang digelar di Operation Room Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, ...
Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
Pejabat PSSI bunuh istri dihukum 5 tahun
Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara bagi Yosep Revo, terdakwa pembunuh istri sendiri, Maria Reni Widowati. Hakim menilai Ketua Komisi Keuangan PSSI ini secara sah dan meyakinkan ...
Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara bagi Yosep Revo, terdakwa pembunuh istri sendiri, Maria Reni Widowati. Hakim menilai Ketua Komisi Keuangan PSSI ini secara sah dan meyakinkan ...
Puncak mudik diwarnai hujan
Puncak mudik diwarnai hujan
GELOMBANG arus mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara, semakin memuncak, Selasa (7/9) kemarin. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, misalnya, kebanjiran ribuan pemudik asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. ...
GELOMBANG arus mudik, baik lewat darat, laut, maupun udara, semakin memuncak, Selasa (7/9) kemarin. Stasiun Pasar Senen, Jakarta, misalnya, kebanjiran ribuan pemudik asal Jawa Tengah dan Jawa Timur. ...
Tim Teknis tolak ubah anggaran
Tim Teknis tolak ubah anggaran
TIM Teknis Pembangunan Gedung Baru DPR RI menolak mengubah desain dan rencana anggaran pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun. Tim teknis menganggap desain itu sudah representatif dan ...
TIM Teknis Pembangunan Gedung Baru DPR RI menolak mengubah desain dan rencana anggaran pembangunan gedung baru DPR senilai Rp 1,16 triliun. Tim teknis menganggap desain itu sudah representatif dan ...
Pasukan AS-umat Kristen terancam
Pasukan AS-umat Kristen terancam
SEBUAH sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), merencanakan aksi ngawur membakar Al Quran, dalam peringatan Tragedi WTC 11 September 2010. Aksi itu mereka beri nama “international burn the ...
SEBUAH sekte kecil di Florida, Amerika Serikat (AS), merencanakan aksi ngawur membakar Al Quran, dalam peringatan Tragedi WTC 11 September 2010. Aksi itu mereka beri nama “international burn the ...
Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
Banyak dihujat Al-Quran tetap terpelihara
Sejumlah kelompok anti-Islam di Amerika Serikat berencana membakar Al-Quran bertepatan dengan peringatan tragedi WTC Sabtu 11 September 2010 lusa. Acara semacam itu bukan yang pertama. Bahkan ...
Sejumlah kelompok anti-Islam di Amerika Serikat berencana membakar Al-Quran bertepatan dengan peringatan tragedi WTC Sabtu 11 September 2010 lusa. Acara semacam itu bukan yang pertama. Bahkan ...
DUTA MASYARAKAT, 19 Oktober 2009
Bencana tak membuat Taiwan pesimistis. Su Jun-pin, Menteri Penerangan Taiwan, mengatakan, daya tahan dan daya juang Taiwan tetap bangga bisa memeringati ulang tahun Republik China.
——————————————————
Tanggal 10 Oktober lalu, Republik China memeringati ulang tahun ke 98 sekaligus merayakan 60 tahun keberadaannya di Taiwan. Tahun ini, Taiwan merayakannya dengan suasana prihatin menyusul bencana yang ditimbulkan oleh Topan Morakot beberapa waktu lalu.
Selama enam dekade terakhir, Taiwan melewati berbagai tantangan untuk menjadi entitas ekonomi terkuat yang ke-17 di dunia sekaligus menjadi suar bagi demokrasi di Asia. Cobaan berat yang baru dihadapi bersama dengan tantangan-tantangan geopolitik dan ekonomi memicu kami untuk melangkah lebih baik.
Agustus lalu, Topan Morakot menyebabkan banyaknya korban jiwa, kerusakan properti yang hebat, dan kehancuran infrastruktur bagi rakyat Taiwan. Pascabencana, sektor publik dan swasta bahu-membahu memberikan bantuan dan penyelamatan. Sebanyak 85 negara dan organisasi internasional, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Republik Rakyat China mengulurkan bantuan serta mengungkapkan bela sungkawa. Pemerintah dan rakyat pun menghormati besarnya perhatian yang mereka berikan.
“Taiwan baru-baru ini meluncurkan suatu inisiatif rekonstruksi. Selain mengesahkan Undang-Undang Khusus Manajemen Rekonstruksi Pasca Topan Morakot - yang menyiagakan anggaran lebih dari US$3 miliar selama tiga tahun - kami juga akan mempercepat pembangunan kembali di wilayah bencana,” kata Su Jun-pin.
Bencana alam bukan satu-satunya tantangan yang butuh respon yang cepat dan tepat. Konflik lintas selat selama bertahun-tahun, akibat pergesekan sejarah, telah menyebabkan Taiwan tidak diakui di komunitas internasional.
Pemerintah Republik China tellah menuntaskan langkah-langkah liberalisasi lintas selat. Tindakan itu di antaranya membuka pintu bagi para turis China daratan untuk mengunjungi Taiwan, membuka hubungan transportasi langsung baik lewat udara dan laut, dan bersama-sama menerapkan langkah pencegahan kejahatan.
Selain itu, pemerintah melonggarkan pembatasan investasi Taiwan di daratan, mengizinkan pertukaran mata uang Yuan di Taiwan, meliberalisasi investasi dari kedua pihak dalam bentuk sekuritas, mengizinkan para investor dari daratan untuk menanam modal di bursa saham Taiwan, dan mengizinkan para investor dari daratan untuk masuk ke dalam bisnis dan real estat Taiwan.
“Kami yakin bila ekonomi global mulai pulih, Taiwan akan kembali mencapai kemakmuran ekonomi,” tegasnya.
Su Jun-pin kemudian menjelaskan, dalam rangka memromosikan peningkatan mutu industri, Taiwan akan berkonsentrasi dalam pembangunan enam sektor: energi hijau, bioteknologi, pariwisata, medis dan perawatan kesehatan, pertanian tingkat atas dan penciptaan kebudayaan. Kami akan mengerahkan semua keuntungan geologis dan membawa Taiwan menjadi pusat perdagangan, investasi, dan inovasi.
——————————————————
Tanggal 10 Oktober lalu, Republik China memeringati ulang tahun ke 98 sekaligus merayakan 60 tahun keberadaannya di Taiwan. Tahun ini, Taiwan merayakannya dengan suasana prihatin menyusul bencana yang ditimbulkan oleh Topan Morakot beberapa waktu lalu.
Selama enam dekade terakhir, Taiwan melewati berbagai tantangan untuk menjadi entitas ekonomi terkuat yang ke-17 di dunia sekaligus menjadi suar bagi demokrasi di Asia. Cobaan berat yang baru dihadapi bersama dengan tantangan-tantangan geopolitik dan ekonomi memicu kami untuk melangkah lebih baik.
Agustus lalu, Topan Morakot menyebabkan banyaknya korban jiwa, kerusakan properti yang hebat, dan kehancuran infrastruktur bagi rakyat Taiwan. Pascabencana, sektor publik dan swasta bahu-membahu memberikan bantuan dan penyelamatan. Sebanyak 85 negara dan organisasi internasional, termasuk Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Republik Rakyat China mengulurkan bantuan serta mengungkapkan bela sungkawa. Pemerintah dan rakyat pun menghormati besarnya perhatian yang mereka berikan.
“Taiwan baru-baru ini meluncurkan suatu inisiatif rekonstruksi. Selain mengesahkan Undang-Undang Khusus Manajemen Rekonstruksi Pasca Topan Morakot - yang menyiagakan anggaran lebih dari US$3 miliar selama tiga tahun - kami juga akan mempercepat pembangunan kembali di wilayah bencana,” kata Su Jun-pin.
Bencana alam bukan satu-satunya tantangan yang butuh respon yang cepat dan tepat. Konflik lintas selat selama bertahun-tahun, akibat pergesekan sejarah, telah menyebabkan Taiwan tidak diakui di komunitas internasional.
Pemerintah Republik China tellah menuntaskan langkah-langkah liberalisasi lintas selat. Tindakan itu di antaranya membuka pintu bagi para turis China daratan untuk mengunjungi Taiwan, membuka hubungan transportasi langsung baik lewat udara dan laut, dan bersama-sama menerapkan langkah pencegahan kejahatan.
Selain itu, pemerintah melonggarkan pembatasan investasi Taiwan di daratan, mengizinkan pertukaran mata uang Yuan di Taiwan, meliberalisasi investasi dari kedua pihak dalam bentuk sekuritas, mengizinkan para investor dari daratan untuk menanam modal di bursa saham Taiwan, dan mengizinkan para investor dari daratan untuk masuk ke dalam bisnis dan real estat Taiwan.
“Kami yakin bila ekonomi global mulai pulih, Taiwan akan kembali mencapai kemakmuran ekonomi,” tegasnya.
Su Jun-pin kemudian menjelaskan, dalam rangka memromosikan peningkatan mutu industri, Taiwan akan berkonsentrasi dalam pembangunan enam sektor: energi hijau, bioteknologi, pariwisata, medis dan perawatan kesehatan, pertanian tingkat atas dan penciptaan kebudayaan. Kami akan mengerahkan semua keuntungan geologis dan membawa Taiwan menjadi pusat perdagangan, investasi, dan inovasi.


