Trik bos Century tiru Unibank-Bank Global
Duta Masyarakat | 08 September 2009
Baca Juga
SBY ‘lapor’ dulu ke AustraliaSBY ‘lapor’ dulu ke Australia
SAAT rakyat Indonesia belum mendapat jawaban atas misteri mayat yang diduga teroris di Pamulang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan ke publik Australia bahwa aparat Densus 88 ...
SAAT rakyat Indonesia belum mendapat jawaban atas misteri mayat yang diduga teroris di Pamulang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumumkan ke publik Australia bahwa aparat Densus 88 ...
DPR ancam sunat dana KPK
DPR ancam sunat dana KPK
LAMBANNYA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti rekomendasi Pansus skandal Bank Century membuat inisiator Hak Angket Century dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva ...
LAMBANNYA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menindaklanjuti rekomendasi Pansus skandal Bank Century membuat inisiator Hak Angket Century dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva ...
ICW laporkan dua politisi PDIP
ICW laporkan dua politisi PDIP
Indonesia Corruption Watch (ICW) akan mengadukan dua anggota DPR asal FPDIP Panda Nababan dan Tjahjo Kumolo ke Badan Kehormatan DPR. Hal ini dilakukan sebab dua anggota Dewan aktif tersebut diduga ...
Indonesia Corruption Watch (ICW) akan mengadukan dua anggota DPR asal FPDIP Panda Nababan dan Tjahjo Kumolo ke Badan Kehormatan DPR. Hal ini dilakukan sebab dua anggota Dewan aktif tersebut diduga ...
Densus kejar teroris ke Solo
Densus kejar teroris ke Solo
YAHYA IBRAHIM, pria yang tewas dalam penyergapan Densus 88 di Jl. Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, ternyata juga jago membuat bom. Soal membuat bom, Yahya malah lebih mahir dari “sang elmaut” ...
YAHYA IBRAHIM, pria yang tewas dalam penyergapan Densus 88 di Jl. Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan, ternyata juga jago membuat bom. Soal membuat bom, Yahya malah lebih mahir dari “sang elmaut” ...
20 teroris Aceh diumumkan
20 teroris Aceh diumumkan
MARKAS Besar Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan penangkapan dan menembak teroris di Aceh. Dalam jumpa pers di Mabes Polris, Rabu (10/3), Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri ...
MARKAS Besar Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan penangkapan dan menembak teroris di Aceh. Dalam jumpa pers di Mabes Polris, Rabu (10/3), Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri ...
Dua bos Century disidang in absentia
Dua bos Century disidang in absentia
DUA tersangka kasus Bank Century, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi, segera menjalani sidang perdana. Namun, keduanya akan disidang secara in absentia pada 18 Maret 2010 di Pengadilan Negeri ...
DUA tersangka kasus Bank Century, Hesham Al Warraq dan Rafat Ali Rizvi, segera menjalani sidang perdana. Namun, keduanya akan disidang secara in absentia pada 18 Maret 2010 di Pengadilan Negeri ...
Mencuatnya kasus kejahatan perbankan di PT Bank Century Tbk mengingatkan kembali pada kasus kejahatan perbankan di Unibank dan Bank Global. Dua bank terakhir dilikuidasi oleh Bank Indonesia. Unibank ditutup pada 2001 dan Bank Global dilikuidasi tahun 2004. Kedua bank ini juga diketahui melakukan pelanggaran hukum perbankan dan modalnya anjlok.
Sedang Century kendati terbukti melakukan kejahatan perbankan dan modalnya amblas tapi tetap diselamatkan oleh pemerintah. Pertimbangannya, Century jatuh di saat krisis finansial global menghantam dan berdampak sistemik.
Yang mirip dari ketiga kasus bank bermasalah ini adalah soal pemegang saham pengendali. Para pemegang saham pengendali bank-bank menggunakan berbagai siasat untuk menghindar dari tanggung jawab dan kewajibannya. Misalnya, saat Unibank akan ditutup pada Oktober 2001, pemilik Unibank sempat memecah-mecah sahamnya di pasar modal dua bulan sebelumnya. Akibatnya, jumlah pemegang saham bertambah dari 5 menjadi 21 pemegang saham, semuanya dengan kepemilikan di bawah 5 persen sehingga tak wajib melaporkan siapa mereka.
Begitu pula saat Bank Global ditutup pada 2004. Saat bank ini ditutup, tidak ada kejelasan siapa pengendali bank ini. Sebelum ditutup, saham Bank Global dimiliki oleh PT Permata Prima Jaya sebesar 9 persen dan PT Intermed Pharmatama sebesar 11,5 persen. Kepemilikan saham publik sebesar 79 persen.
Semula Irawan Salim, Direktur Utama bank ini disebut sebagai pemegang saham pengendali. Kemudian, tidak jelas siapa pengendalinya. Apalagi, setelah Irawan Salim kabur ke luar negeri. Hingga saat ini tidak jelas batang hidungnya.
Lain halnya Bank Century. Menurut BI, bank ini dikendalikan oleh tiga orang pemegang saham, yakni Robert Tantular, Hesham Al Warraq dan Rafat AR. Dua pemilik terakhir sudah kabur ke luar negeri.
Sedangkan Robert meringkuk di tahanan. Namun, Robert mulai berkelit jika dirinya dianggap sebagai pemegang saham utama. Setidaknya, itu terungkap dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 25 Agustus 2009. Itu disampaikan oleh Bambang Hartono, selaku pengacara Robert yang didakwa menggelapkan dana nasabah Bank Century.
Menurut dia, Robert bukan pemegang saham Century. Sebab, kata dia, Robert hanya pemegang saham di PT Century Mega Investindo sebesar 7 persen. Sedangkan, perusahaan ini menjadi pemegang saham 9 persen di Bank Century.
Jadi, penasihat hukum berkesimpulan dakwaan berlapis yang ditujukan pada kliennya tidak terbukti. “Kami minta agar hakim membebaskan terdakwa Robert Tantular karena tidak terbukti secara sah,” kata dia.
- vvn



