‘A Face of Nation’
PERFORMANCE ART DI CCCL
Duta Masyarakat | 20 Agustus 2009
Baca Juga
Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrikKaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
MABES Polri membenarkan telah menangkap lagi kawanan teroris di Solo Jawa Tengah. Namun Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri belum bersedia menjelaskan soal penangkapan tersebut. Setelah ...
MABES Polri membenarkan telah menangkap lagi kawanan teroris di Solo Jawa Tengah. Namun Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri belum bersedia menjelaskan soal penangkapan tersebut. Setelah ...
Sidang Udju ungkap tiga nama baru
Sidang Udju ungkap tiga nama baru
TERDAKWA kasus dugaan suap kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004, Udju Djuhaeri, menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/3) kemarin. Dalam persidangan ...
TERDAKWA kasus dugaan suap kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004, Udju Djuhaeri, menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/3) kemarin. Dalam persidangan ...
Fraksi PPP minta maaf ke SDA
Fraksi PPP minta maaf ke SDA
SETELAH mengambil pilihan sikap berbeda dengan kebijakan partainya, F-PPP DPR akhirnya meminta maaf kepada DPP PPP yang dipimpin Suryadharma Ali (SDA). Surat tersebut dilayangkan hanya sehari setelah ...
SETELAH mengambil pilihan sikap berbeda dengan kebijakan partainya, F-PPP DPR akhirnya meminta maaf kepada DPP PPP yang dipimpin Suryadharma Ali (SDA). Surat tersebut dilayangkan hanya sehari setelah ...
DPR minta siswa puasa facebook
DPR minta siswa puasa facebook
Ujian Nasional (unas) untuk siswa SMA akan digelar pada 22 Maret mendatang. Untuk itu, agar sukses menempuh ujian, para pelajar diimbau puasa facebook.
“Para pelajar agar puasa nonton ...
Ujian Nasional (unas) untuk siswa SMA akan digelar pada 22 Maret mendatang. Untuk itu, agar sukses menempuh ujian, para pelajar diimbau puasa facebook.
“Para pelajar agar puasa nonton ...
Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
TERTUDUH kasus pelecehan seksual, dr Rasyidin, angkat bicara. Sang dokter membantah tuduhan telah melakukan pelecehan seksual terhadap Rieke Diah Pitaloka. Menurut dr Rasyidin, dirinya tidak pernah ...
TERTUDUH kasus pelecehan seksual, dr Rasyidin, angkat bicara. Sang dokter membantah tuduhan telah melakukan pelecehan seksual terhadap Rieke Diah Pitaloka. Menurut dr Rasyidin, dirinya tidak pernah ...
Teroris ‘incar’ Obama
Teroris ‘incar’ Obama
TNI mengendus indikasi bahaya saat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia 23 Maret mendatang. Namun potensi kerawanan tersebut terus diantisipasi aparat keamanan ...
TNI mengendus indikasi bahaya saat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia 23 Maret mendatang. Namun potensi kerawanan tersebut terus diantisipasi aparat keamanan ...
Untuk pertamakalinya, di CCCL Surabaya digelar kegiatan seni yang mengangkat dan ‘membedah’ performance art (seni performa), dalam rangkaian acara “Pesta Seni Performa: XChange 2009”. Acara yang digagas oleh AppreRoom, sekaligus sebagai penyelenggara ini, mengangkat tema ‘nation’, ‘nationalism’, ‘nationalistic’ dan diadakan selama 3 hari, 19-21 Agustus 2009, mulai pkl.10.00 hingga 22.00.
Kegiatan ini antara lain bertujuan untuk memperkenalkan wacana seni kontemporer terkini di Indonesia dan internasional kepada publik Surabaya serta sebagai ajang untuk bertukar pengalaman. Sejumlah performance artists dari Jawa Timur dan mancanegara ikut berpartisipasi, berdiskusi, serta memberi workshop.
Para seniman asal Jawa Timur yang akan tampil antara lain: Agus Koecink, Atieq S S Listyowati, Benny Wicaksono, Noor Ibrahim, Saiful Hadjar, Taufik Monyong (Surabaya); Nemo Suneidesis (Madura); dan SAMIN Community (Malang). Sedangkan performance artists internasional yang memastikan akan tampil yaitu: Demosthenes Agrafiotis (Yunani), Éric Létourneau (Kanada), Inari Virmakoski (Finlandia), Mark Salvatus (Filipina), Paul Couillard (Kanada), Paulo Nazareth (Brasil).
Pesta Seni Performa 2009 ini merupakan ajang seni yang terbuka untuk umum. Mengawali perhelatan ini, pada Rabu (19/8) pukul 15.00 WIB digelar diskusi bertajuk “Nation; Nationalism; Nationalistic” bersama Riadi Ngasiran (penulis kesenian) dan Agus Koecink (kurator dan perupa) dengan moderator Atieq S S Listyowati. Dalam diskusi dicoba membahas persoalan yang dihadapi setiap bangsa. Ketika dunia kini bagai dalam lipatan waktu, disadari atau pun tidak, manusia berada dalam ambiguitas.
Proses percepatan globalisasi dibarengi sofistikasi teknologi tercanggih, budaya ruang maya yang memungkinkan setiap orang berbagai bangsa dapat berada di berbagai negara lain sekaligus.
Kebangsaan (nationality) pun menjadi sebuah atribut belaka. Bahkan ketika sebuah bangsa (nation) bergerak ekspansif, maka sesungguhnya ia hanya memberikan kesempatan bagi individu individu di dalamnya secara performative mengobjektivasikan diri pada prospek masing-masing.
Konsep nasionalisme menjadi teruji di sini. Otentisitas kebangsaan menjadi ‘quo-vadis’. Bahkan ‘statusquo’ seseorang hanya sebuah etika. Kecintaan seseorang (nasionalistic) menjadi sekedar apriori emosional. Krisis eksistensi bangsa?
Performance art yang menurut sejarahnya (sebagai gerakan ‘anti-art’) lahir akibat krisis eksistensi bangsa-bangsa di masa perang dunia I – II telah menjadi medium tersendiri bagi aktualisasi masing masing individu. Gerakan ‘avant-garde’ semakin memperpanjang barisan di seluruh antero dunia semenjak tercetusnya di Prancis [Paris, 1825]. Sebagai sentra kawasan melting point berbagai ide dan pemikiran, negara ini adalah saksi sejarah sekaligus situs eksistensi awal mula performance art.
- ziz



