Duta Masyarakat
Jumat, 12 Maret 2010 | 10:23:10 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Posko Sehat dongkrak Tolak Angin   (295)
    Posko Sehat dongkrak Tolak Angin
    PROGRAM posko sehat yang digelar di beberapa kota di Jatim berdampak signifikan terhadap pasar Tolak Angin di Jatim. Dalam tiga bulan terakhir omzet Tolak Angin naik hingga 40% dibanding bulan-bulan ...

  • Kemelut Undar masih berlangsung   (294)
    Kemelut Undar masih berlangsung
    SETELAH sekitar sebulan lalu Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang dari kubu rektor KH Mujib Musta’in menggelar acara wisuda, di tempat yang sama, Minggu (20/12) kemarin, kubu H Lukman Hakim ...

  • Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa   (284)
    Langkah nyata membumikan Pancasila sebagai jatidiri bangsa
    Menjelang tutup tahun 2009, Dian Kemala, organisasi purnawirawan Polri, mengadakan Sarasehan Implementasi Pancasila dalam Pembentukan Karakter Bangsa. Kami telah diminta mengantar pembahasan ...

  • Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah   (279)
    Mengikis kekerasan di lingkungan sekolah
    MASALAH kekerasan di sekolah sepertinya tak pernah lenyap dari dunia pendidikan kita. Kekerasan yang kerap terjadi itu semakin mengukuhkan pandangan bahwa ada yang tidak beres dalam sistem pendidikan ...

  • NU butuh manager, siapakah dia?   (274)
    NU butuh manager, siapakah dia?
    Setelah lama tak berkomentar soal figure-figur yang maju sebagai Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi, Katua Umum PBNU saat ini akhirnya buka suara soal kreteria figur yang tepat untuk mengisi posisi ...

  • Ibadah sesuai tuntunan   (269)
    Ibadah sesuai tuntunan
    Beberapa waktu lalu muncul polemik mengenai salat dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Indonesia secara bersamaan. Patut kiranya dicermati persoalan yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ...

  • NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan   (269)
    NU Perlu Perkuat Kaderisasi di Semua Tingkatan
    Di usianya yang telah menginjak 80 tahun lebih, NU menghadapi beberapa masalah. Persoalan paling utama yang dihadapi NU saat ini, adalah kaderisasi yang lemah. Itu salah satu masalah yang hingga kini ...

  • Demo 100 hari SBY dimulai   (267)
    Demo 100 hari SBY dimulai
    PULUHAN aktivis PC PMII Bojonegoro (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) menggelar aksi, Rabu (27/1) kemarin sebagai bentuk ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan SBY–Boediono dalam memimpin ...

  • Perusahaan penyalur pembantu panen   (266)
    Perusahaan penyalur pembantu panen
    Memasuki masa libur Lebaran, biro jasa penyalur pembantu akan kebanjiran order permintaan pembantu rumah tangga. Kebutuhan pembatu ini meningkat karena banyak pembantu rumah tangga mudik pada ...

  • e-Touch luncurkan tri bundling   (265)
    e-Touch luncurkan tri bundling
    Hutchison CP Telecommunications, operator telekomunikasi merek 3 (tri), menggandeng e-Touch, merek ponsel milik First Mobile Group (FMG) Hongkong, mengeluarkan paket bundling ponsel e-Touch D8 dengan ...

  • Bagikan di Facebook
    ukuran teks: +besarkan -kecilkan
    Metro Style
    ‘A Face of Nation’
    PERFORMANCE ART DI CCCL

    Duta Masyarakat | 20 Agustus 2009
     
     Baca Juga 
    Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
    Kaki tangan Dulmatin diobrak-abrik
    MABES Polri membenarkan telah menangkap lagi kawanan teroris di Solo Jawa Tengah. Namun Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri belum bersedia menjelaskan soal penangkapan tersebut. Setelah ...

    Sidang Udju ungkap tiga nama baru
    Sidang Udju ungkap tiga nama baru
    TERDAKWA kasus dugaan suap kasus pemilihan Deputi Gubernur Senior BI tahun 2004, Udju Djuhaeri, menjalani persidangan perdana di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/3) kemarin. Dalam persidangan ...

    Fraksi PPP minta maaf ke SDA
    Fraksi PPP minta maaf ke SDA
    SETELAH mengambil pilihan sikap berbeda dengan kebijakan partainya, F-PPP DPR akhirnya meminta maaf kepada DPP PPP yang dipimpin Suryadharma Ali (SDA). Surat tersebut dilayangkan hanya sehari setelah ...

    DPR minta siswa puasa facebook
    DPR minta siswa puasa facebook
    Ujian Nasional (unas) untuk siswa SMA akan digelar pada 22 Maret mendatang. Untuk itu, agar sukses menempuh ujian, para pelajar diimbau puasa facebook.

    “Para pelajar agar puasa nonton ...

    Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
    Kasus Rieke Diah Pitaloka lemah
    TERTUDUH kasus pelecehan seksual, dr Rasyidin, angkat bicara. Sang dokter membantah tuduhan telah melakukan pelecehan seksual terhadap Rieke Diah Pitaloka. Menurut dr Rasyidin, dirinya tidak pernah ...

    Teroris ‘incar’ Obama
    Teroris ‘incar’ Obama
    TNI mengendus indikasi bahaya saat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Hussein Obama berkunjung ke Indonesia 23 Maret mendatang. Namun potensi kerawanan tersebut terus diantisipasi aparat keamanan ...


    Untuk pertamakalinya, di CCCL Surabaya digelar kegiatan seni yang mengangkat dan ‘membedah’ performance art (seni performa), dalam rangkaian acara “Pesta Seni Performa: XChange 2009”. Acara yang digagas oleh AppreRoom, sekaligus sebagai penyelenggara ini, mengangkat tema ‘nation’, ‘nationalism’, ‘nationalistic’ dan diadakan selama 3 hari, 19-21 Agustus 2009, mulai pkl.10.00 hingga 22.00.

    Kegiatan ini antara lain bertujuan untuk memperkenalkan wacana seni kontemporer terkini di Indonesia dan internasional kepada publik Surabaya serta sebagai ajang untuk bertukar pengalaman. Sejumlah performance artists dari Jawa Timur dan mancanegara ikut berpartisipasi, berdiskusi, serta memberi workshop.

    Para seniman asal Jawa Timur yang akan tampil antara lain: Agus Koecink, Atieq S S Listyowati, Benny Wicaksono, Noor Ibrahim, Saiful Hadjar, Taufik Monyong (Surabaya); Nemo Suneidesis (Madura); dan SAMIN Community (Malang). Sedangkan performance artists internasional yang memastikan akan tampil yaitu: Demosthenes Agrafiotis (Yunani), Éric Létourneau (Kanada), Inari Virmakoski (Finlandia), Mark Salvatus (Filipina), Paul Couillard (Kanada), Paulo Nazareth (Brasil).

    Pesta Seni Performa 2009 ini merupakan ajang seni yang terbuka untuk umum. Mengawali perhelatan ini, pada Rabu (19/8) pukul 15.00 WIB digelar diskusi bertajuk “Nation; Nationalism; Nationalistic” bersama Riadi Ngasiran (penulis kesenian) dan Agus Koecink (kurator dan perupa) dengan moderator Atieq S S Listyowati. Dalam diskusi dicoba membahas persoalan yang dihadapi setiap bangsa. Ketika dunia kini bagai dalam lipatan waktu, disadari atau pun tidak, manusia berada dalam ambiguitas.

    Proses percepatan globalisasi dibarengi sofistikasi teknologi tercanggih, budaya ruang maya yang memungkinkan setiap orang berbagai bangsa dapat berada di berbagai negara lain sekaligus.

    Kebangsaan (nationality) pun menjadi sebuah atribut belaka. Bahkan ketika sebuah bangsa (nation) bergerak ekspansif, maka sesungguhnya ia hanya memberikan kesempatan bagi individu individu di dalamnya secara performative mengobjektivasikan diri pada prospek masing-masing.

    Konsep nasionalisme menjadi teruji di sini. Otentisitas kebangsaan menjadi ‘quo-vadis’. Bahkan ‘statusquo’ seseorang hanya sebuah etika. Kecintaan seseorang (nasionalistic) menjadi sekedar apriori emosional. Krisis eksistensi bangsa?

    Performance art yang menurut sejarahnya (sebagai gerakan ‘anti-art’) lahir akibat krisis eksistensi bangsa-bangsa di masa perang dunia I – II telah menjadi medium tersendiri bagi aktualisasi masing masing individu. Gerakan ‘avant-garde’ semakin memperpanjang barisan di seluruh antero dunia semenjak tercetusnya di Prancis [Paris, 1825]. Sebagai sentra kawasan melting point berbagai ide dan pemikiran, negara ini adalah saksi sejarah sekaligus situs eksistensi awal mula performance art.
    • ziz