Duta Masyarakat
Jumat, 03 September 2010 | 18:46:17 WIB

 INDEKS ARTIKEL 

TANGGAL: / /

 TOP 10 

  • Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet   (300)
    Hipmi dukung Sandiaga-Lutfi masuk kabinet
    Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung anggotanya yang diminta membantu Presiden dalam lima tahun ke depan. Kader Hipmi yang mendapat dukungan luas adalah dua mantan Ketua Umum Hipmi ...

  • Galakkan pemeriksaan lewat papsmear   (299)
    Galakkan pemeriksaan lewat papsmear
    UNTUK menjaga kesehatan reproduksi wanita, sebanyak 100 anggota PC Fatayat Sidoarjo melakukan papsmear di RSI Siti Hajar, Sabtu (13/3). Selain itu, mereka diberi penerangan terkait bahaya penyakit ...

  • Saat mengoreksi diri   (298)
    Saat mengoreksi diri
    Setiap kita tentu pernah berbuat salah, melakukan dosa. Tapi, tak banyak di antara kita yang mau sibuk mengkalkulasi kesalahan-kesalahannya itu. Padahal, introspeksi diri, yakni mencoba menghitung ...

  • Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu   (291)
    Berkendara tak konsentrasi didenda Rp 750 ribu
    UNDANG-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menjadi polemik di masyarakat. Kabarnya pengendara mobil yang menggunakan telepon sambil menyetir akan ditilang dan terancam ...

  • Usia internet sudah 40 tahun   (282)
    Usia internet sudah 40 tahun
    Kemarin 40 tahun lalu, dunia virtual menemukan arti baru, karena saat itulah internet hadir. Memang, tanggal pasti kelahiran internet tidak diketahui. Namun, pesan pertama yang dikirim dan diterima ...

  • Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?   (278)
    Kenapa pemerintah mudah dikadali bank bermasalah?
    Kasus BLBI Jilid I bertahun-tahun tidak jelas penyelesaiannya, bahkan terkesan dilupakan begitu saja. Begitu mudah pemerintah dikadalin bankir-bankir bermasalah. Begitu mudah mereka kabur ke luar ...

  • Dua santri juara II KEM tingkat nasional   (276)
    Dua santri juara II KEM tingkat nasional
    DUA siswa MTs Pamekasan berhasil menjadi juara II dalam Kompetisi dan Expo Madrasah (KEM) tingkat nasional 2009 di kota Malang baru-baru ini. Mereka adalah Rahmat Miskaya, siswa MTs Mambaul Ulum ...

  • Petani Mulai Gandrungi NPK   (275)
    Petani Mulai Gandrungi NPK
    SURABAYA – Problem pupuk segera terselesaikan. Ke depan petani sudah tidak lagi (harus) rebutan urea. Diversifikasi produk yang diluncurkan PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) — berupa NPK Pelangi — ...

  • Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil   (269)
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil
    Masyarakat bicara soal pengangkatan wakil menteri di beberapa departemen. Apa sesuai dengan kebutuhan atau untuk memenuhi keinginan parpol.

    +628563493xxx
    sungguh tragis nasib ...

  • Pengawas UN tegang   (269)
    Pengawas UN tegang



    Pengawas ujian nasional (UN) tampaknya harus bekerja ekstra keras dan tegang. Karena, jumlah peserta UN di Jatim sangat melimpah. Apalagi, mereka tersebar di seluruh wilayah ...

  • Bagikan di Facebook
    Berita Utama
    Bos Masaro gelontor duit suap Rp 6 miliar
     Baca Juga 
    Susno Duadji cokot Makbul
    Susno Duadji cokot Makbul
    MANTAN Kabareskrim Polri Komjen Pol Susno Duadji blak-blakan di persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Sjahril Djohan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl. Ampera Raya, Kamis (2/9) ...

    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
    Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

    Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden ...

    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    SBY dinilai seperti jubir Malaysia
    PIDATO Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Mabes TNI soal ketegangan hubungan Indonesia-Malaysia terus menuai cibiran. SBY dinilai seperti juru bicara negeri jiran saja. “Pidato SBY selayaknya ...

    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    Giliran Menhub diisukan selingkuh
    GOSIP perselingkuhan menteri terus bermunculan. Kali ini Menteri Perhubungan Freddy Numberi dikabarkan berselingkuh dengan seorang presenter sebuah stasiun televisi dengan inisial RR. Inisial ini ...

    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
    GELOMBANG tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terusir dari Malaysia terus berdatangan di tanah air. Ratusan TKI yang baru dideportasi dari negeri jiran itu tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ...

    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    Panda bisa seret Miranda - Nunun
    SEHARI setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan statusnya sebagai tersangka, politisi PDIP Panda Nababan—satu-satunya tersangka yang masih aktif sebagai anggota DPR— tidak terlihat ...



    DUTA MASYARAKAT, 15 Agustus 2009

    Mabes Polri memeriksa salah satu saksi kasus dugaan suap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eddy Soemarsono, Jumat (14/8) kemarin. Kasus suap yang diduga dilakukan pimpinan KPK itu terungkap dalam testimoni Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar.

    “Saya tadi diperiksa mulai pukul 14.00 WIB siang sampai pukul 17.00 WIB. Saya diperiksa dalam perkara dugaan suap yang melibatkan pimpinan KPK. Saya statusnya sebagai saksi,” kata Eddy saat ditemui wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Jumat kemarin.

    Eddy menceritakan, pertanyaannya seputar kasus yang melibatkan para petinggi lembaga antikorupsi tersebut. Namun dia berdalih, saat kasus suap ini terjadi dirinya belum kenal dengan bos PT Masaro, Anggoro Widjaja.

    “Saya mengenal Anggoro tanggal 20 September 2008. Sementara penyuapan itu sudah terjadi di bawah tanggal 20 Agustus 2008. Jadi tidak ada korelasinya. Informasi ini kemudian saya teruskan kepada Antasari sebagai ketua KPK,” katanya.

    Dia mengatakan, dalam kasus ini diduga petinggi KPK mendapatkan suap Rp 6 miliar. “Soal kebenaran atau tidaknya, itu kewenangan penyidik,” ujarnya. Eddy juga tidak menampik soal dugaan adanya 12 jaksa penyidik yang juga menikmati uang suap tersebut. Sedang soal pertemuan dengan jaksa Irwan Nasution, dia membenarkan bahwa jaksa itu mengenalkannya dengan Anggodo Widjaya, adik Anggoro. “Irwan Nasution mengenalkan saya dengan Saudara Anggodo. Anggodo adalah adik kandung Anggoro Widjaja. Dalam perkenalan itu Anggodo meminta bantuan saya untuk dikenalkan ke Antasari dalam rangka menuntaskan perkara abang kandungnya, Anggoro yang sedang ditangani KPK,” ujarnya.

    Dia menambahkan, pertemuannya dengan Anggodo terjadi pada awal September 2008. Selain ingin bertemu Antasari, Anggodo juga mengaku telah menggelontorkan uang melalui Arry Muladi. “Jadi saya kenal itu sudah posisi terjadi semuanya,” katanya.

    KPK periksa Antasari

    Sementara itu, KPK juga akan memeriksa Antasari Azhar pada Rabu (19/8) mendatang terkait dugaan pelanggaran kode etik pimpinan lembaga pemberantas korupsi itu. “Ya, mudah-mudahan,” kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar membenarkan ketika dikonfirmasi di Jakarta, Jumat kemarin.

    Namun Haryono belum bisa menjelaskan teknis pemeriksaan secara rinci. Hanya saja dia menyatakan, pemeriksaan kemungkinan akan dilakukan di Polda Metro Jaya, tempat Antasari ditahan dalam kasus dugaan pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasruddin Zulkarnain. Menurut Haryono, pemeriksaan itu merupakan hasil tindak lanjut koordinasi antara KPK dan Polri.

    Hal senada dikatakan Pelaksana Harian Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto. Dia mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan terhadap Ketua KPK nonaktif itu tergantung kesediaan Polda Metro Jaya.

    “Pokoknya tergantung kesediaan Polda,” kata Bibit ketika ditemui setelah Pidato Kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di gedung MPR/DPR RI.

    Bibit menegaskan, KPK terus melakukan koordinasi dengan Polda mengenai rencana pemeriksaan terhadap Antasari, terkait dugaan pelanggaran kode etik pimpinan KPK.
    • det/ara/wis