Indeks

BERITA UTAMA
Tanpa TKI Malaysia kelimpungan
Panda bisa seret Miranda - Nunun
Kapolsek-Kasatlantas tersangka
Marinir AS berpuasa latihan fisik jalan terus
Zakat, Pajak dan Kemiskinan

NASIONAL
Susno Duadji cokot Makbul
Pidato Presiden RI mengenai Dinamika RI-Malaysia (2-habis)
SBY dinilai seperti jubir Malaysia
Giliran Menhub diisukan selingkuh
Sikap SBY dinilai kurang tegas

ISLAMPEDIA

NAHDLIYIN

JATIM UTAMA

MALANG RAYA

TOPIK JATIM

EUFORIA PEMILU

TERAS JATIM

PENDIDIKAN

EDUPEDIA

SURABAYA
Kadin: Sulit dipendam lebih dalam
Tak digaji, karyawan KBS mengadu ke Disnaker
Warga ancam pindahkan sampah ke Pemkot
Risma-Bambang dilantik 15 September
Jabatan Bambang habis, Sukamto jadi Plt

SIDOARJO-GRESIK

BISNIS
Subsidi tak melebih batas
MLM syariah beroleh sertifikasi MUI
Flexi alami lonjakan 20 persen
PT KA tambah 28 kereta api
Ternyata SNI tabung elpiji tiga kilo bermasalah

OPINI
Berpuasa; bukan bersandiwara
OJK dan penghakiman (sepihak) terhadap BI
Mengisi kemerdekaan melalui pemberdayaan keluarga
Memoar kekerasan pada jurnalis
Memaknai pluralisme Islam

SUARA PEMBACA

SMS CAK!

OLAHRAGA
Iklan_Detail 1

Nasional
Kamis, 21 Agustus 2008
Tragedi Calon Bupati
MISTERI calon bupati Ponorogo gila gara-gara kalah pilbup dan terbelit utang, akhirnya terjawab. Adalah HM. Zuhri Yuli Nursanto, calon bupati Ponorogo yang kalah dan kemudian mengalami depresi berat beberapa waktu lalu, akhirnya mau menceritakan “behind the scane” drama gila yang menghebohkan masyarakat kota reog awal Agustus lalu.

Yuli yang gagal dalam pemilihan bupati pada tahun 2005 itu membantah kala itu dirinya mencoba bunuh diri. Dia juga menolak tudingan gila meski mengakui tengah dirundung segudang masalah pasca-pemilihan yang mengantarkan dirinya jadi terdakwa kasus penipuan.

Saat ditemui di rumahnya pada hari kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, Yuli (39) tampak lebih sumringah. Tak ada lagi wajah kaku. Tegang. Suka bengong, seperti kesan sebelumnya. Kali ini dia terlihat lebih santai. Dia pun menyapa akrab.
Seperti diketahui, pada 3 Agustus lalu, Yuli kabur dari perawatan RSUD Dr Hardjono Ponorogo, dengan hanya mengenakan celana dalam. Di luar RS, Yuli sempat kejar-kejaran dengan polisi karena dinilai mengganggu ketertiban saat mencoba bunuh diri dengan menggantung di rumah orang, lantas akan terjun ke sungai, dan menyayat urat nadi —yang semuanya gagal dia lakukan.

Menurut Yuli, saat itu dirinya terpaksa keluar dari RSUD dengan hanya memakai celana dalam lantaran takut disangka mencuri barang-barang milik rumah sakit.

“Terus terang, dijebloskan ke tahanan membuat saya sangat trauma. Karena itu, saya keluar rumah sakit tanpa membawa satu pun barang RSUD agar tak dituduh mencuri. Saya sebetulnya ingin pulang. Tapi, karena pakai celana dalam saja, akhirnya dianggap gila dan dikejar-kejar,” tutur Yuli saat ditemui di rumahnya di Jl. Singajayan XIV No C 22-23, Perumnas Singosaren, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Seperti diketahui Yuli dijebloskan ke tahanan Rutan Ponorogo selama 70 hari setelah dinyatakan sebagai terdakwa dalam kasus penipuan BG (biro gilyet) dan cek kosong senilai hampir Rp 3 miliar. Untuk maju dalam pilbup Ponorogo, Yuli telah mengeluarkan banyak dana sehingga harus utang kepada koleganya sampai Rp 3 miliar itu.

Pada 31 Juli lalu, dia boleh keluar bui dengan status tahanan rumah. Namun, saat pulang, Yuli mendapati bahwa wanita yang selama ini mendampinginya, Adidjah (37) ternyata sudah bukan istrinya lagi. Karena ulah kasar Yuli di masa lalu dan alasan adanya wanita idaman lain (WIL), Ida—panggilan Adidjah—menggugat cerai suaminya. Gugatannya dikabulkan pengadilan agama pada 9 Juni silam.

Kenyataan tersebut membuat Yuli limbung. Pada 2 Agustus, dia lantas menenggak belasan puyer sakit kepala sehingga kelenger dan dibawa ke RSUD. Namun, Yuli membantah telah minum belasan puyer. Dia mengatakan, sejak dibelit banyak masalah pasca-kekalahan dalam pilbup, dirinya menderita imsomnia (penyakit susah tidur). Untuk bisa tidur, biasanya dia menenggak pil antimabuk yang mengandung obat tidur, rata-rata 4 butir.

“Pada hari itu (2 Agustus 2008), saya kebablasan menelan 10 butir. Eh.. tahu-tahu, saya sudah berbaring di rumah sakit. Siapa yang tidak kesal?” imbuh Yuli yang saat maju pilbup Ponorogo diusung oleh PPP dan Partai Demokrat.

Setelah insiden kabur dan percobaan bunuh diri tersebut, Yuli ditangkap polisi. Apalagi, ketika sampai rumah, dia sempat mengamuk dan merusak mobil Suzuki Baleno B 670 AJ yang biasa digunakan istrinya, serta Honda Jazz B 600 NK yang biasa digunakan anaknya untuk kuliah di salah satu Universitas di Solo.

Atas permintaan istrinya, pada 4 Agustus petang, Yuli dibawa ke RS Jiwa dr Radjiman Widiodiningrat, Lawang, Malang. Sembilan hari dirawat di RS Jiwa itu, kondisi Yuli stabil. Apalagi, istri, anak-anak dan anggota keluarganya yang lain iba dan perhatian juga dengan kondisi Yuli.

“Bagaimana pun, Mas Yuli kan tetap bapaknya anak-anak saya. Jadi, saya harus memperhatikannya. Apalagi, kata dokter yang menangani, kunci untuk kesembuhannya ada pada saya,” kata Ny Ida beberapa waktu lalu setelah Yuli dirujuk ke RS Jiwa Lawang.

Dari perkawinannya dengan Yuli, perempuan asal Solo itu dikaruniai empat anak. Akhirnya, pada 12 Agustus, Yuli diizinkan pulang. Bahkan, dua hari kemudian, pria yang dikenal sebagai pemilik stasiun radio dan bisnis transportasi itu, hadir di Pengadilan Negeri Ponorogo untuk lanjutan sidang kasus penipuan BG dan cek kosong, dengan status sebagai terdakwa.
“Saya tak menyalahkan orang-orang yang menganggap saya gila. Ya karena ulah saya waktu itu memang merepotkan. Tapi, sebetulnya saya tidak sedang lupa ingatan ketika itu. Wong saya ingat semua yang terjadi,” kata Yuli sembari menceritakan rinci aksinya yang membuat geger warga Ponorogo.
Ia mengaku keluar dari RS Jiwa Lawang setelah menjawab tes dengan 565 pertanyaan dari pihak RS. “Ya, seperti psikotes itu. Ada juga menggambar-menggambarnya,” ucap Yuli sambil mengulum senyum. (kcm)

[ kembali ]
Search
Nokia Forum