SITUBONDO- Kawasan Tapal Kuda kini menjadi ancaman serius terhadap serangan flu burung. Kabupaten Situbondo termasuk salah satu daerah berpeluang menjadi endemis karena secara geografis merupakan wilayah yang terbuka.
Setelah sebelumnya Dinas Peternakan (Disnak) Pemkab Situbondo menyatakan tiga kecamatan positif terjangkit flu burung, kini penyebaran virus avian influenza (AI) kian menjadi ancaman.
Tengara itu kian menguat setelah dalam empat hari terakhir ini sebanyak 200 ekor ayam milik Warga Dusun Lembung, Desa Kandang, Kecamatan Kapongan, mati secara mendadak.
Seluruh badan ayam yang mati membiru dan membengkak, disertai gejala klinis mulut berlendir.
Khawatir virus itu menular kepada warga, salah seorang kerabat Desa Kandang, Kecamatan Kapongan langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Disnak Situbondo.
Sementara, dari hasil rapid test (tes cepat) yang dilakukan petugas dari Disnak, menyebutkan ratusan ayam yang mati mendadak itu positif terjangkit AI.
Untuk menghindari penularan yang lebih meluas lagi, langsung dilakukan penyemprotan disinfektan ke kandang ayam milik warga.
Selain itu, petugas juga membakar beberapa ekor ayam yang mati mendadak tersebut.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan, Pipin Arimbi melalui staf Keswan, Danu Ariyanto, menyatakan virus flu burung di Dusun Lembung ini merupakan virus AI terbesar di Kabupaten Situbondo. Sebab, penyebaran sangat cepat.
Untuk Desa Kandang, Kecamatan Kapongan ini, merupakan lokasi keempat yang dinyatakan positif terjangkit virus AI. Sebelumnya, ada tiga daerah yang dinyatakan positif virus serupa.
Masing-masing Desa Sumberrejo dan Desa Sumberwaru Kecamatan Asembagus, Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji serta Desa Kotakan Kecamatan Kota.
“Dari empat lokasi yang dinyatakan positif terjangkit virus AI, tidak sempat menular kepada warga,” terang dia. (fat)
|